"Duit di kementerian kan banyak. Itu yang menjadi daya tarik utama. Makanya tidak heran kalau banyak yang berebut,†katanya kepada
Rakyat Merdeka Online, Selasa (1/1).
Budiatna menduga, yang melamar itu adalah kalangan politisi. Alasannya, pemuli hanya tinggal satu tahun. Maka parpol pun akan berlomba-lomba untuk mencari modal untuk persiapan pemilu. Kalau ada kadernya yang jadi menteri, bisa mendulang pundi-pundi untuk pemilu.
Selama ini memang banyak pejabat yang terjerat korupsi. Bekas Menpora Andi Mallarangeng juga mengundurkan diri karena terlilit kasus korupsi. Namun, kata Budiatna, hal itu tidak akan membuat orang takut jadi menteri dan cari uang di kementerian.
"Mereka akan belajar supaya tidak terendus. Mungkin yang dilakukan Andi terlalu kasar. Maka mereka yang mengajukan diri ini akan pakai cara lebih halus sehingga tidak terlacak," ujarnya.
Budiatna menyarankan SBY tegas. Orang-orang yang mengasong-asongkan diri seperti itu jangan dilayani. Presiden lebih baik fokus memilih calon terbaik yang ada di tangan dia.
"Biarkan saja orang-orang seperti itu. Jangan pernah diladeni," tandasnya.
Informasi mengenai banyaknya orang yang melamar jadi Menpora disampaikan Jurubicara kepresidenan Jualian Aldrin Pasha.
"Memang, sampai saat ini banyak yang mengirimkan pesan menyatakan siap menjadi Menpora," katanya.
Julian tidak menyebut berapa banyak yang mengajukan diri itu. Dia hanya katakan, Presiden SBY menanggapi positif kepada semua pengirim pesan. Alasannya, semua orang itu mempunyai semangat baik untuk membangun bangsa.
[dem]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: