Tiga Alasan SBY Siapkan Presiden Mendatang Tidak Anti Dirinya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Selasa, 01 Januari 2013, 16:44 WIB
Tiga Alasan SBY  Siapkan Presiden Mendatang Tidak Anti Dirinya
rmol news logo Pemilihan presiden tinggal 1,5 tahun lagi. Penting bagi Susilo Bambang Yudhoyono memanfaatkan waktu yang singkat itu untuk menyiapkan penggantinya. Setidaknya ada tiga alasan mengapa SBY akan menyiapkan sang pengganti adalah orang yang tidak anti terhadap dirinya.

"Pertama, SBY tentu ingin aset atau agenda pembangunan jangka panjang yang belum selesai dijalankan di era pemerintahannya bisa dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya," kata analis politik Marbawi A. Katon kepada Rakyat Merdeka Online, Selasa (1/1).

Alasan kedua adalah terkait regenerasi kekuasaan. Dalam konteks ini SBY tentu harus memastikan regenerasi kekuasaan paska dirinya lengser beralih ke orang-orang dekatnya. Bisa saja SBY tidak berencana mencalonkan istrinya Ani Yudhoyono atau adik iparnya Pramono Edhie Wibowo pada Pilpres 2014 seperti yang dijanjikannya dalam banyak kesempatan. Tapi menurut Marbawi yang adalah dosen Ilmu Politik di Fisip UIN Jakarta, bukan tidak mungkin SBY menyiapkan keluarganya untuk naik tahta pada 2019 mendatang.

"2014 hanya fase antara saja. Tapi tetap penting bagi SBY menunjuk siapa orang yang pas mengisi  fase ini," imbuh Marbawi.

Alasan terakhir adalah untuk mengamankan diri dari jerat hukum atas sejumlah kasus yang selama ini heboh dikait-kaitkan dengan SBY. Tapi, kata Marbawi, alasan ini terlalu lemah.

"Bisa saja SBY menyiapkan penggantinya agar bisa selamat dari kontroversi hukum yang selama ini ada. Tapi itu sangat lemah, karenanya perlu dilihat lagi dinamikanya pada 2013 ini. Apakah dinamika kasusnya meningkat? Kalau meningkat SBY memang menyiapkan penggantinya untuk kepentingan keselamatan dari jeratan hukum," demikian Marbawi. [dem]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA