"Pertama, SBY tentu ingin aset atau agenda pembangunan jangka panjang yang belum selesai dijalankan di era pemerintahannya bisa dilanjutkan oleh pemerintahan berikutnya," kata analis politik Marbawi A. Katon kepada
Rakyat Merdeka Online, Selasa (1/1).
Alasan kedua adalah terkait regenerasi kekuasaan. Dalam konteks ini SBY tentu harus memastikan regenerasi kekuasaan paska dirinya lengser beralih ke orang-orang dekatnya. Bisa saja SBY tidak berencana mencalonkan istrinya Ani Yudhoyono atau adik iparnya Pramono Edhie Wibowo pada Pilpres 2014 seperti yang dijanjikannya dalam banyak kesempatan. Tapi menurut Marbawi yang adalah dosen Ilmu Politik di Fisip UIN Jakarta, bukan tidak mungkin SBY menyiapkan keluarganya untuk naik tahta pada 2019 mendatang.
"2014 hanya fase antara saja. Tapi tetap penting bagi SBY menunjuk siapa orang yang pas mengisi fase ini," imbuh Marbawi.
Alasan terakhir adalah untuk mengamankan diri dari jerat hukum atas sejumlah kasus yang selama ini heboh dikait-kaitkan dengan SBY. Tapi, kata Marbawi, alasan ini terlalu lemah.
"Bisa saja SBY menyiapkan penggantinya agar bisa selamat dari kontroversi hukum yang selama ini ada. Tapi itu sangat lemah, karenanya perlu dilihat lagi dinamikanya pada 2013 ini. Apakah dinamika kasusnya meningkat? Kalau meningkat SBY memang menyiapkan penggantinya untuk kepentingan keselamatan dari jeratan hukum," demikian Marbawi.
[dem]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: