
. Langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan yang membuka oknum DPR pemalak perusahaan pelat merah ke Badan Kehormatan (BK) DPR merupakan langkah yang berani dan tepat, namun sedikit kurang matang.
Begitu kira-kira penilaian Mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi menanggapi keberanian Dahlan mengungkap praktek pemerasan terhadap BUMN.
"Langkah Pak Dahlan tepat, cuma caranya itu, kan sebenarnya ingin menjadi whistle blower, kalau mau jadi whistle blower persiapannya itu harus disiapkan terlebih dahulu," kata Mantan Menteri BUMN era Presiden Gus Dur itu di kantor KPK, Jakarta, Selasa (13/11). Laksamana Sukardi hari ini datang ke KPK guna menjalani pemeriksaan
sebagai saksi dalam kasus korupsi proyek pengadaan Outsourcing Roll
Out-Customer Information System (CIS)-Rencana Induk Sistem Informasi
(RISI) PT PLN tahun anggaran 2004-2008.
Laksamana Sukardi pun mempertanyakan pernyataan Dahlan soal pemerasan yang disebut dilakukan oleh oknum anggota DPR. Dia katakan, tak terlalu yakin kalau pendiri Jawa Pos Grup itu memiliki bukti kuat.
"Baunya ada, tampak gak keliatan," pungkasnya.
[sam]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: