"Saya mengapresiasi kemauan dan keberanian Dahlan Iskan," kata politisi PKS, Indra kepada
Rakyat Merdeka Online, Senin (5/11).
Menurut anggota Komisi III DPR RI ini, keterbukaan dan informasi yang disampaikan Dahlan Iskan kepada Badan Kehormatan (BK) DPR RI sangat penting untuk menindak praktek kotor, memperbaiki pengelolan pemerintahan serta mengatisipasi praktek-praktek menyimpang di kemudian hari.
Sebelumnya, anggota BK DPR RI, Usman Jafar, menyebut dua oknum DPR yang memeras dari laporan Dahlan Iskan adalah S dan IL. S memeras PT Merpati sedangkan IL memalak PT Garam dan PT PAL. S disebut-sebut adalah Sumaryoto, anggota Komisi XI DPR dari PDIP, sementara IL adalah Idris Laena, anggota Komisi VI dari Golkar.
"Apabila data atau bukti cukup memenuhi unsur adanya praktek pemerasan, suap dan gratifikasi, maka saya mendesak BK DPR tidak ragu dan menindak tegas dua oknum DPR itu. Sesuai UU MD3 dan Kode Etik DPR, maka oknum DPR tesebut semestinya dikenakan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat," paparnya.
Selain itu Indra meminta apabila memenuhi unsur tindak pidana korupsi maka harus ditindaklanjuti oleh KPK. Hukum harus ditegakkan, siapapun dia, apapun jabatanya, tidak boleh ada kompromi.
"Saya juga mendesak Dahlan Iskan tidak berhenti hanya sampai disini, namun juga harus melakukan pembenahan dan pembersihan di Kementrian BUMN. Karena sudah menjadi rahasia umum bahwa slama ini BUMN sering menjadi sapi perahan atau ATM bagi penguasa dan lingkaran istana beserta antek-anteknya," pungkas Indra.
[dem]
BERITA TERKAIT: