pasar motor bebek bakal habis tergilas skutik.
Pengamat otomotif Suhari Sargo menilai, kondisi ini dipeÂngaruhi gaya hidup masyarakat yang mulai beralih ke arah yang lebih praktis. Ditambah kondisi jalanan perkotaan yang selalu macet membuat orang lebih memilih motor skutik.
“Kenyamanan menjadi faktor utama orang membeli kendaraan saat ini. Motor matik menaÂwarÂkan hal tersebut, sehingga seÂmakin banyak orang yang pilih motor matik,†ujar Suhari.
Meski demikian, Suhari meyaÂkini pasar motor bebek tidak akan sepenuhnya habis. Motor dengan gigi ini masih menjadi pilihan masyarakat terutama untuk berÂniaga, atau masyarakat di daerah-daerah terÂpencil.
Dikatakan, daya tahan motor bebek teruji sejak puluhan tahun lalu. Ini yang jadi keunggulan produk motor non matik.
“Pasar tetap ada, namun tidak akan sebanyak matik. UnÂtuk motor sport juga masih ada, meski
segmented,†kata bekas purÂnawirawan TNI-AD ini.
Meski tidak mengakui secara gamblang, Vice President DiÂrector PT Astra Honda Motor (AHM), Johannes Loman mengaÂtakan, kalau pasar skutik terus mengalami kenaikan.
“Pasarnya memang terus naik. Dari data AHM, penjualan motor matik mencapai 70 persen dari total penjualan Honda, bebek 20 persen, 10 persennya lagi motor sport,†ujar Johannes kepada
Rakyat Merdeka seusai pelunÂcuran Honda Vario CBS Idling Stop, di Jakarta, Rabu (20/3).
Namun, Johannes memastikan kalau Honda tidak akan mengÂhentikan produksi motor bebek, dan juga fokus di segmen motor matik saja.
“Penjualan motor bebek Honda masih cukup baik, Honda Blade dan Revo masih tinggi pemiÂnatnya. Jadi tetap terus kita proÂduksi,†tegas Johannes.
Berdasarkan data AHM, penÂjualan segmen skutik pada FeÂbruari 2013, mencapai 284.682 unit. Honda Beat series masih menÂjadi penyumbang terbesar penjualan skutik Honda dengan kontribusi sebesar 51,7 persen atau 147.193 unit.
Honda Vario series juga menÂjadi penyumbang terbesar kedua deÂngan angka penjualan 114.124 unit, diikuti oleh New Honda Scoopy FI sebesar 14.083 unit, Honda Spacy series sebesar 8.673 unit dan Honda PCX sebesar 609 unit.
Sedang di segmen bebek, terÂjual 83.963 unit atau 62,3 persen dari total pasar sepeda motor beÂbek nasional.
Dikatakan Johannes, penjualan motor bebek disumÂbang oleh Honda Supra series sebesar 38.716 unit, Honda Revo seÂries sebesar 31.273 unit dan New Honda Blade 13.974 unit.
Sementara penjualan produk Yamaha justru mencapai 113.508 unit atau hampir tiga kali lipat dari penÂjualan bebek yang hanya meÂmÂbuÂkukan 45.175 unit. [Harian Rakyat Merdeka]