Teknologi ramah lingkungan ini diklaim irit bahan bakar serta dapat meningkatkan performan produknya di Indonesia. “RencaÂnaÂnya semua model Yamaha akan memakai fuel injection, tapi buÂkan sekarang. Paling cepat, dua tahun dari sekarang dan itu sudah masuk program kami,†kata GeneÂral Manager Marketing & Communication Yamaha IndoneÂsia Eko Prabowo saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Eko mengaku, penerapan tekÂnoÂlogi injeksi tidak mudah. BuÂkan karena ketidaksiapan produÂsen motor, tapi lebih kepada meÂnguÂbah kebiasaan pelanggan yang sudah terbiasa dengan moÂtor berbasis mesin karburator.
“Pengalihan mesin tidak ini tidak mudah, semua butuh proÂses. Banyak pelanggan Yamaha yang tinggal di daerah pedalamÂan maÂsih ragu dan bingung deÂngan peÂraÂwatan motor injection karena bengkel dan perawatÂannya harus khusus,†katanya.
Karena itu, kata Eko, Yamaha terus melakukan edukasi atau soÂsialisasi soal pentingnya mesin berÂbasis injection dengan tekÂnologi unggulan YM-JET F1 keÂpada peÂlanggan seperti dealer-dealer resmi Yamaha, bengkel-bengkel dan klub-klub motor Yamaha di Indonesia.
Yamaha juga akan memperÂbarui perlengkapan dan teknologi pada dealer-dealer resmi plus tekÂnisi untuk menunjang perawatan motor berbasis injection. Ia optiÂmis mampu merebut pasar dan meningkatkan penjualannya melalui teknologi tersebut.
“Sejak 2011, kami telah meneÂrapkan teknologi injection seÂbanyak 70 ribu unit. Di antaranya Vixion, Mio J dan Mio Soul GT,†beber Eko.
Ia menargetkan, sebanyak 3 juta unit akan menggunakan tehÂnologi injection di 2014. “Kita akan terapkan teknologi ini seÂcara bertahap, sampai perangÂkatnya semua siap,†pungkasnya.
Pengamat otomotif Suhari Sargo sangat mengapresiasi renÂcana Yamaha menerapkan teknoÂlogi injection. Teknologi itu diÂnilai baik dan irit bahan baÂkar serta mengurangi polusi udÂaÂra.
“Perencanaan harus dibuat maÂtang, terutama infrastrukturÂnya dalam menangani teknologi tersebut,†saran Suhari.
Seperti diketahui, perbedaan yang mendasar pada sistem Fuel Injection (FI) yang diterapkan Yamaha beberapa tahun lalu dan yang terbaru ini, adalah posisi injektor yang diarahkan langÂsung ke ruang bakar.
Dengan begitu, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) diÂpastikan lebih hemat di atas 30 persen, dan menciptakan turbuÂlensi di ruang bakar. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: