Pada laga tersebut, Palestina tampil menekan sejak awal baÂbak pertama. Namun, beberapa serangan yang dihasilkan masih mampu dipatahkan Laos.
Keasyikan menyerang, gawang Palestina justru kebobolan lebih dulu pada menit ke-14. Phoutthasay Khochalern mencatatkan namanya di papan skor setelah bola hasil sepakanÂnya dari luar kotak penalti gaÂgal diantisipasi kiper Palestina kawalan Rami Hamada.
Pada menit ke-23, Palestina hampir mencetak gol penyeimÂbang. Namun, bola hasil tembaÂkan Mohammed Rashid masih mengenai tiang gawang.
Begitu juga dengan upaya dari Mohammed Obaid pada menit ke-45 yang masih diselamatkan kiper Laos kawalan Saymanolinh Paseuth. Skor 1-0 untuk keunggulan Laos bertahan hingga turun minum.
Memasuki paruh kedua laga, Palestina semakin tampil agresif. Beberapa peluang yang dihasilÂkan membuat Laos tertekan.
Pada menit ke-83, Palestina akhÂirnya mencetak gol penyeimbang melalui aksi Shehab Qumbor. Berawal dari umpan Mahmoud Yousef, bola silang tersebut akhÂirnya diselesaikan dengan sundulan Shehab Qumbor.
Memasuki menit ke-90+5, Palestina berhasil mencetak gol melalui Abdallatif Albahdari. Berawal dari umpan spekulatif dari tengah lapangan, Abdallatif Albah dari kemudian menyudul bola yang merobek pojok kanan gawang.
Hingga laga usai, tak ada gol tambahan. Hasil ini membuat Palestina menjadi pemuncak klasemen sementara Grup A Asian Games 2018 dengan raihan empat poin, sedangkan Laos tercecer di dasar klasemen.
Pelatih Palestina, Ayman Sandouqa mengatakan kemeÂnangan ini berkat dukungan penuh dari suporter Indonesia. Maklum Indonesia dan Palestina punya "ikatan batin" karena duÂkungan terhadap bangsa Filistin yang selalu berseteru dengan Israel tersebut. Kebetulan, beÂberapa jam kemudian Indonesia maoinin lawan Taiwan di tempat yang sama.
"Kamis sangat senang akhÂirnya bisa mencetak dua gol di menit akhir. Kamis berharap bisa bermain lebih baik lagi," ungkapnya.
"Terimakasih suporter Indonesia telah memberikan dukunÂgan penuh kepada Palestina," tutur Ayman. ***
BERITA TERKAIT: