Pertandingan dimulai dengan tempo standar. Barca menurunkan pemain terbaik yang sudah bergabung denÂgan skuat mereka saat ini, Jasper Cilessen pun dipercaya jadi kiper pertama. Sebaliknya, Milan dapat dikatakan turun dengan kekuatan penuh sejak menit awal, dan memercayai Gianluigi Donnarumma sejak menit awal.
Sebagaimana biasanya, Barcelona tampak nyaman mendominasi penguasaan boÂla. Rafinha sepertinya ingin membuktikan kualitasnya, dia berusaha menjadi motor seranÂgan Barca. Tiga pemain anyar Barca-Lenglet, Arthur dan Malcom -juga mulai terlihat percaya diri tampil berÂsama rekan setimnya.
Barcelona lagi-lagi mendominasi penguaÂsaan bola dan berusaha mengurung Milan di daerahnya sendiri di babak kedua. Namun karena tak ada kreator serangan serangan yang mumpuni, serangan-serangan Barcelona kerap terhenti di lini tengah Milan.
Milan bermain dengan tempo yang lebih lambat dan mengÂincar serangan balik melalui bola-bola atas. Andre Silva tak mendapat suplai bola dan kesulitan menciptakan ancaÂman yang berarti untuk Ter Stegen.
Milan secara mengejutkan berhasil mencetak gol di menit 90+3. Mereka memanfaatkan Barca yang mulai lengah kareÂna menduga pertandingan akan berlanjut ke adu penalti.
Milan memulai serangan dari sisi kanan pertahanan Barca. Bola diumpan ke tengah dan jatuh di kaki Franck Kessie. Gelandang tangguh ini keÂmudian merangsek masuk ke kotak penalti dan menyodorÂkan bola ke Andre Silva, yang melepaskan tendangan keras dengan kaki kirinya.
Dalam pertandingan terseÂbut pemain Barcelona Riqui Puig dari Akademi La Masia kembali membuktikan diri sebagai hasil binaan pemain muda bertalenta. Bermain di laga ICC 2018 menghadapi AC Milan, Riqui Puig langsung berhasil mencuri perhatian baik dari kubu Barcelona maupun Milan.
Pemain inti Milan seperti Frank Kessie pun sampai harus melanggarnya demi mendapatkan bola. Kehebatan Puig diakui juga oleh pelatih Barcelona, Ernesto Valverde. "Riqui telah bermain hebat di babak kedua, (namun) kami harus tentang dengan para pemain." ujar Valverde.
Pujian pun juga mengalir dari pelatih Milan, Gennaro Gattuso. Bahkan, ia menyebut permainan Puig sangat indah. "Walaupun (Barca) memiliki pemain-pemain bertampang bocah, mereka menyentuh bola dengan sangat indah," ujar Gattuso.
Eks pemain Milan di tahun 90-an, Daniele Massaro, tak ketinggalan memberikan puÂjian setinggi langit untuknya. Bahkan, ia sampai meminta jersey sang pemain di akhir laga.
Bermain di posisi gelandang tengah, Puig mulai disandÂingkan dengan legenda dan mantan Kapten Barca, Andres Iniesta.
Riqui Puig baru dipromosiÂkan ke tim utama pada 2018 setelah sebelumnya bergabung di tim junior Barcelona di tahun 2013. Di Tim muda Barca, ia pernah mengantar klub menÂjuarai UEFA Youth League 2017-2018. ***
BERITA TERKAIT: