Kanselir Jerman Bela Ozil

Tentang Rasisme, Puji Kontribusi Pemain Timnas

Rabu, 25 Juli 2018, 09:21 WIB
Kanselir Jerman Bela Ozil
Foto/Net
rmol news logo Berita mengenai mundurnya pentolan tim nasional sepak bola Jerman, Mesut Ozil, menyulut simpati Kanselir Angela Merkel.

 Sebagai pemimpin yang juga mencintai olahraga bola ini, Merkel meminta warga Jerman tidak menghakimi dan menghormati keputusan Ozil mundur dari timnas Jerman. Merkel bahkan memuji Ozil se­bagai pemain timnas yang telah banyak berkontribusi.

"Kanselir menghargai kepu­tusan Mesut Ozil. Dia adalah pemain yang telah berkontribusi banyak untuk tim nasional. Dia telah membuat keputusan yang harus dihormati," ujar juru bicara Merkel, Ulrike Demmer, dilansir The Independent, kemarin.

"Jerman adalah negara ter­buka, orang-orang berlatar belakang imigran sangat di­terima. Penghakiman secara sepihak sangat tidak dibenarkan di negara ini," lanjut pernyataan Demmer.

Sebelumnya, Ozil angkat suara soal foto bersama Erdo­gan. Dia menegaskan, foto itu bukanlah bentuk dukungan poli­tik. Melainkan hanya sekadar menghormati petinggi negara keluarganya di Turki.

"Saya punya dua hati, satu Jerman dan satunya lagi Turki. Sewaktu kecil, ibu saya men­gajarkan untuk selalu menaruh hormat dan tidak pernah melupa­kan dari mana saya berasal. Hal itu masih relevan menurut saya sampai hari ini," kata Ozil mem­beri penjelasan di Twitternya @MesutOzil 1088.

"Foto bersama Presiden Erdo­gan bukan tentang politik atau pemilu. Itu cuma bentuk saya menghormati pejabat tertinggi keluarga saya. Saya pesepakbo­la, bukan politisi dan pertemuan kami tidak difasilitasi kebijakan apa pun," belanya.

Cem Ozdemir, bekas Ketua Partai Hijau dan politikus kawa­kan keturunan Turki, menga­takan akan sulit bagi Reinhard Grindel, Ketua Persatuan Sepak Bola Nasional Jerman atau DFB, konsisten pada perannya untuk menciptakan keberagaman di Jerman dan tim sepak bola nasional. Hengkangnya Ozil disambut gembira mereka yang menentang keberagaman.

"Tugas Grindel setelah ini akan sulit. Dia tidak merefleksi­kan luasnya dunia sepak bola di Jerman sehingga sulit bagi mer­eka yang keturunan Turki untuk merasakan DFB adalah bagian dari mereka," kata Ozdemir, da­lam sebuah wawancara dengan Radio Deutschlandfunk.

Gokay Sofuoglu, Ketua Ko­munitas Turki di Jerman, me­nilai, keberagaman dalam tim nasional adalah sebuah proyek yang sangat bagus. Sayangnya, sekarang mengalami keruntuhan karena para pemimpin yang tidak berkompeten.

Pandangan senada disampai­kan bekas Ketua DFB, Theo Zwanziger. "Kesalahan komu­nikasi, berarti ada yang sehar­usnya tidak terjadi terhadap para imigran. Mereka tidak seharus­nya merasa menjadi masyarakat kelas dua. Pengunduran diri Ozil adalah sebuah kemunduran besar dalam upaya mengintegritaskan hal di luar sepak bola di negara kita," kata Zwanziger.

Keputusan Ozil meninggal­kan tim nasional sepak bola Jerman disesalkan DFB, tapi lembaga itu menolak tuduhan adanya rasisme. DFB menga­takan, pihaknya telah bertahun-tahun membantu menyatukan masyarakat dengan latar bela­kang imigran dan akan terus melakukan hal ini.

Diperkirakan, ada sekitar tiga juta masyarakat Jerman ketu­runan Turki tinggal di Negeri Panser dan selama ini terintegra­si dengan baik. Jerman adalah sebuah negara kosmopolitan, di mana orang-orang dengan latar belakang imigran diterima den­gan tangan terbuka, dan olahraga memainkan peran besar dalam hal ini. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA