Lorenzo sejatinya tampil sangat baik di awal-awal balapan. Mengawali balapan dari posisi ketiga, rekan satu tim Andrea Dovizioso itu langsung tancap gas untuk merebut posisi sebagai pimpinan balapan. Lorenzo pun akhirnya berhasil merebut poÂsisi pertama usai bersaing ketat dengan para pembalap lain di tikungan ketiga.
Akan tetapi, kecepatan pemÂbalap berjuluk
X-Fuera itu di tengah-tengah balapan justru mengalami penurunan. Kondisi ban belakang yang sudah mulai habis disinyalir menjadi alasan ketidakmampuan Lorenzo berÂjuang hingga akhir balapan.
Kondisi tersebut pun memÂbuatnya harus rela kehilangan tempatnya sebagai pimpinan balapan. Bahkan, para pembalap lain tanpa kesulitan untuk meÂlewatinya. Lorenzo yang terus berusaha hingga akhir balapan akhirnya bisa mencapai garis finis di posisi ketujuh.
"Balapan di Sachsenring meÂmang selalu menyulitkan kami. Saya tidak bisa memaksakannya karena hanya mungkin akan terjadi sesuatu yang berbahaya. Jelas akan merugikan jika harus kehilangan poin di akhir balapan. Saya berharap semuanya berÂjalan baik di Brno dan Austria," ujar Lorenzo seperti dilansir dari
Tuttomotoriweb kemarin.
Atas raihan kurang memuasÂkan di Sirkuit Sachsenring, mantan pembalap Movistar Yamaha itu pun berharap dirinya bisa kembali kompetitif pada balapan selanjutnya yang akan dilangsungkan di Sirkuit Brno, Ceko, 5 Agustus.
Bradley Smith mengatakan akan mengubah fokusnya untuk kembali ke kejuaraan MotoGP pada 2020. Ini setelah peluangÂnya untuk tetap mempertahÂankan kursi pembalap di tim KTM pada tahun depan sudah tertutup.
Tim KTM jauh sebelumnya sudah mengonfirmasi susunan pembalap yang akan bertarung daÂlam MotoGP 2019. Johann Zarco dan Pol Espargaro yang bakal menunggangi motor KTM.
Jika tidak ada yang menamÂpungnya di tahun depan, Smith berharap sudah menemukan tim baru pada musim MotoGP 2020.
"Kemungkinan untuk berada di grid pada 2019 hanya 1%. Saya harus melihat opsi lain yang ada sekarang. Terima saja bahwa target untuk kembali (ke MotoGP -red) datang di 2020," kata Smith. ***
BERITA TERKAIT: