"Ya, GSI kini sudah memasuki tahap kompetisi di sejumlah daerah. GSI menjadi salah satu cara bagi pemerintah dalam rangka talent scouting yakni mencari bibit-bibit baru pemain sepak bola yang memang benar-benar istimewa. Bibit-bibit baru pemain sepak bola ini dijaring melalui siswa SMP. Dengan mendeteksi sejak awal kemampuan dan bakat sepak bola, maka diharapkan pembinaannya akan jauh lebih mudah," kata Muhadjir Effendy di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat (6/4).
Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini menjelaskan penyelenggaraan GSI dilakukan berjenjang dengan sistem seleksi mulai tingkat kecamatan, kabupaten atau kota, lalu provinsi.
"Kita berharap finalnya nanti menjadi lebih besar dan meriah kita gelar di Stadion Gelora Bung Karno," cetusnya.
Ia mengutarakan, dengan pembinaan sepak bola dari jenjang pelajar siswa di SMP manakala saat masuk SMA atau SMK telah dapat mendeteksi pelajar yang memiliki kemampuan sepak bola yang istimewa untuk dapat dibina secara intensif. Dengan begitu, mencari bibit pemain sepak bola nasional, GSI akan memudahkan merekrut pemain sepak bola profesional dengan bakat istimewa. Sebab, program GSI akan mendata daftar anak-anak berbakat dalam bidang olahraga populer ini dari berbagai daerah.
Mendikbud yakin, industri sepakbola, cepat atau lambat pasti akan ikut mewarnai kemajuan Indonesia di masa depan. Sebab sampai sekarang tidak ada jenis olahraga yang mampu terindustrialisasi secanggih sepakbola.
Ia meyakini sepak bola merupakan jenis olahraga paling lengkap dalam mendukung program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang juga menjadi program utama Kemendikbud. Pasalnya. dalam olahraga sepak bola mencakup di dalamnya terdapat kompetisi, latihan kerja sama, sikap sportivitas, kerja tim, sikap menghargai lawan dan teman, adu taktik. Sepak bola, kata Muhadjir, olahraga yang memadukan kekuatan otot dan otak secara bersamaan yang membutuhkan konsentrasi penuh.
"Jadi boleh dikatakan sepak bola memuat cakupan di dalamnya secara lengkap dalam program PPK," ungkapnya.
Seperti diberitakan, GSI merupakan wadah pelajar SMP dalam mengimplementasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui olahraga yang dikembangkan oleh Kemendikbud bekerja sama dengan KONI dan PSSI.
Hingga 4 April 2018, tercatat 7.970 sekolah yang berasal dari 229 kabupaten dan 1.986 kecamatan dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia sudah melakukan registrasi untuk mengikuti kompetisi GSI 2018.
[rry]
BERITA TERKAIT: