Bagi Basel tersingkir di ajang tertinggi kompetisi Eropa itu memang menyakitkan, tapi menjadi tim pertama yang mengalahkan City di kandangnya itu membanggakan.
Basel memang melakoni laga berat kala tandang ke markas City di leg kedua babak 16 beÂsar. Mereka harus membalikkan keadaan setelah kalah 0-4 di leg pertama.
Pada akhirnya, Basel hanya mampu memetik kemenangan 2-1 saat bertanding di Etihad Stadium, dinihari, kemarin, mereka tetap tersingkir dengan agregat 2-5.
Sebelumnya, City hampir selalu menang dalam 21 laga kandang dengan hanya satu kali imbang. Basel juga memutus laju tak terkalahkan City di Etihad yang sudah berlangsung cukup lama.
The Citizens teraÂkhir kali kalah di kandang pada Desember 2016 dan melewati 36 laga berikutnya tanpa tersentuh kekalahan.
"Kami tersingkir, tapi bisa mengalahkan mereka dengan performa yang lumayan dalam tugas yang sangat sulit, itu spesial bagi kami. Saya sangat bangga dengan tim," kata pelatih Basel Raphael Wicky dikutip
BBC Sport. Pada laga tersebut, manajer
The Citizens, Pep Guardiola mengistirahatkan pemain piÂlarnya setelah melakukan enam perubahan dari susunan tim saat turunkan saat melawan Chelsea akhir pekan lalu.
Di posisi penjaga gawang, Ederson diistirahatkan dan Claudio Bravo diturunkan sejak menit pertama. Yaya Toure juga untuk pertama kalinya sejak Januari dimainkan sebagai starter.
Danilo dan John Stone mengÂisi posisi di barisan pertahanan. Di lini depan, Gabriel Jesus menjadi ujung tombak dan winger muda Phil Foden juga mendapat kesempatan main.
Jesus mencetak gol untuk memÂbawa City unggul. Namun Basel membalas lewat sepakan Mohamed Elyounoussi di menit ke-17.
Di paruh kedua, City masih mendominasi permainan. Tapi, mereka tak mampu menghasilÂkan ancaman untuk gawang Basel. Di sepanjang 45 menit kedua, Gabriel Jesus dkk. hanya melepaskan satu tembakan.
Pada akhirnya, justru Basel yang mampu mencetak gol. Sepakan Michael Lang di menit ke-71 membawa Basel berbalik unggul.
"Babak pertama cukup bagus, tapi di babak kedua, kami lupa menyerang. Ketika kami mengoper bola, kami melakukannya untuk menembus lawan untuk menyerang. Hanya mengoper seperti itu tidak berarti apa-apa dan babak kedua benar-benar buruk," kata Guardiola. ***
BERITA TERKAIT: