Giallorossi-julukan AS Roma sebenarnya tampil apik di babak pertama dan unggul lebih dulu melalui gol Cengiz Under pada menit ke-41. Keunggulan tersebut bertahan hingga jeda.
Tapi, Roma gagal menghÂentikan kebangkitan Shakhtar pada babak kedua. Shakhtar bangkit setelah jeda. Mereka menyamakan kedudukan lewat gol Facundo Ferreyra pada menit ke-52, kemudian berbalik unggul melalui tendangan bebas Fred pada menit ke-71.
Di Francesco menyoroti penuÂrunan performa Roma di babak kedua. Dia juga menyesalkan banyaknya kesalahan yang dibuat timnya.
"Saya sama sekali tak puas dengan babak kedua. Kami membuat terlalu banyak kesalaÂhan. Setelah gol pertama, saya seharusnya mengganti setengah tim," kata Di Francesco.
Sementara itu, pelatih Shakhtar, Paulo Fonseca mengakui kekuatan kiper Roma, Alisson Becker. Menurutnya, ILupi-julukan lain AS Roma seharusnya berterima kasih atas penampilan oke kiper asal Brasil itu.
Menurut Fonseca, Roma bisa saja kalah dengan skor lebih besar jika Alisson tak tampil prima, terutama di babak kedÂua. Alisson tercatat memenÂtahkan tembakan Marlos dari jarak dekat, kemudian terbang untuk menepis sepakan jarak jauh Taison. Dia membuat total tujuh penyelamatan di sepanjang laga.
"Kami bisa saja menang denÂgan skor lebih besar. AS Roma harusnya berterima kasih keÂpada Alisson, karena membuat beberapa penyelamatan luar biasa," kata Fonseca dikutip
Football Italia.Kemenangan ini akan menÂjadi modal Shakhtar menjalani leg kedua yang akan digelar di markas Roma pada 13 Maret mendatang. Roma sendiri hanya butuh menang 1-0 di Olimpico untuk lolos ke perempatfinal. ***
BERITA TERKAIT: