Salah satunya datang dari legenda Liverpool, Jamie Carragher kepada Arsenal, terutama sang pelatih Arsene Wenger. Dia menilai kondisi The Gunners semakin memburuk.
"Saya melihat Arsenal semakin memburuk dari hari ke hari, bukannya semakin baik. Saya menyebut mereka denga sebutan Pengecut," kata Caragher dikuÂtip
Sky Sports. Musim lalu Arsenal tampil mengecewakan di ajang EPL. Mereka hanya mampu finish di peringkat kelima sehingga untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhÂir mereka gagal bermain di Liga Champions.
Akibat hasil buruk tersebut, Arsenal mendaÂtangkan sejumÂlah bintang top ke Emriates Stadium musim ini seperti Pierre-Emerick Aubameyang, Alexandre Lacazette dan juga Henrikh Mkhitaryan. Namun pembelian itu tidak menunjukan dampak yang signifikan setelah mereka hanya berada di peringÂkat keenam sementara EPL di pekan ke-27.
Sementara itu kritikan juga diarahkan kepada Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu diniÂlai tidak cocok untuk menangani Manchester United.
Meski musim ini performa United semakin membaik denÂgan berada di peringkat kedua klasemen sementara EPL, naÂmun mereka tertinggal 16 poin dari Manchester City setelah dikalahkan Newcastle United akhir pekan lalu.
"Saya pikir Mourinho tidak coÂcok untuk menangani United. Dia bukanlah sosok yang sempurna untuk merÂeka," bekas pemain Manchester City, Joey Barton
Sementara itu, bek Liverpool, Andrew Robertson menampik pernyataan Liverpool hanya baÂgus di lini serang saja. Robertson menilai timnya memiliki kualiÂtas yang merata di semua lini, di mana semua pemain bisa menjadi pembeda.
Seperti musim-musim sebelÂumnya, Liverpool banyak dipuji karena ketajaman lini serang mereka. Diperkuat pemain top seperti Sadio Mane dan Roberto Firmino, tim asal Merseyside itu disebut menjadi tim dengan lini serang terbaik di EPLmusim ini. Image sebagai tim ofensif itu semakin melekat pada Liverpool setelah mereka mendatangkan Mohamed Salah musim ini. Winger Timnas Mesir itu sudah mencetak 22 gol di ajang EPL musim ini.
"Tentu saja banyak pihak mengatakan lini serang kami yang selalu menjadi pembeda, namun saya rasa semua pemain kami bisa menjadi pembeda. Semua orang berusaha keras agar bisa menjadi starter," kaÂtanya dikutip
Mirror. ***
BERITA TERKAIT: