Lupakan Trauma

Peru vs Uruguay

Rabu, 29 Maret 2017, 08:52 WIB
Lupakan Trauma
Paolo Guerrero/Net
rmol news logo Uruguay bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata meski baru saja kalah 1-4 dari Brazil. sadar betul hal itu.

Namun ia mencoba menge­sampingkan kualitas pemain Uruguay demi menjaga asa Peru lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Saat ini Peru masih men­duduki peringkat delapan klase­men sementara, selisih tiga poin dengan Kolombia yang berada di peringkat keempat.

Peru memang sangat butuh meraih kemenangan. Apalagi dalam laga sebelumnya mereka menyia-nyiakan peluang meraih tiga poin usai ditahan imbang 2-2 oleh Venezuela.

Menjamu Uruguay di Estadio Nacional de Lima, Guerrero ya­kin Peru bisa mendapat kesem­patan baru bila mampu memper­baiki performa di atas lapangan. "Dalam beberapa pertandingan terakhir, kami tak bermain ba­gus. Tapi ini kesempatan baru agar harapan kami lolos ke pu­taran final kembali terbuka," ujar Guerrero kepada stasiun radio CMD, seperti dilansir Business Standard.

Anak asuh Ricardo Gareca memang belum juga membuku­kan kemenangan setelah menang 4-1 kontra Paraguay pada 11 November 2016. Sedangkan Uruguay, baru saja menelan dua keka­lahan berturut-turut yakni ketika menghadapi Chili dan Brazil.

Meski begitu, Uruguay masih belum tergeser dari posisi runner up klasemen dengan koleksi 23 poin. "Mereka (Uruguay) akan bermain menyerang. Itu cara mereka bermain. Mereka ada­lah Uruguay. Tapi kami harus menunjukkan memiliki bakat untuk menguji tim manapun," ujar Guerrero.

"Hal itu selalu memotivasi ke­tika bermain melawan mereka. Ini akan menjadi laga yang sulit. Tapi kami bermain di kandang dan akan melakukan segalanya agar bisa menang," tambah sang striker Flamengo.

Untuk Uruguay walaupun masih berada di posisi runner-up, mereka berpotensi terkejar Argentina yang hanya tertinggal satu angka. Peluang tim besutan pelatih kawakan Oscar Tabarez ini untuk melaju ke Rusia tahun depan bisa terancam, sebab Chili di tangga keenam juga hanya berjarak tiga poin.

"Kemenangan di kandang Peru menjadi harga mati. Pasalnya rival lain mendapat lawan yang cenderung lebih mu­dah, contohnya Albiceleste yang hanya akan bertemu Bolivia dan La Roja akan bertandang ke Venezuela. Seluruh tim harus melupakan kekalahan telak dari Brazil," kata Tabarez. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA