Namun ia mencoba mengeÂsampingkan kualitas pemain Uruguay demi menjaga asa Peru lolos ke putaran final Piala Dunia 2018. Saat ini Peru masih menÂduduki peringkat delapan klaseÂmen sementara, selisih tiga poin dengan Kolombia yang berada di peringkat keempat.
Peru memang sangat butuh meraih kemenangan. Apalagi dalam laga sebelumnya mereka menyia-nyiakan peluang meraih tiga poin usai ditahan imbang 2-2 oleh Venezuela.
Menjamu Uruguay di Estadio Nacional de Lima, Guerrero yaÂkin Peru bisa mendapat kesemÂpatan baru bila mampu memperÂbaiki performa di atas lapangan. "Dalam beberapa pertandingan terakhir, kami tak bermain baÂgus. Tapi ini kesempatan baru agar harapan kami lolos ke puÂtaran final kembali terbuka," ujar Guerrero kepada stasiun radio CMD, seperti dilansir
Business Standard.
Anak asuh Ricardo Gareca memang belum juga membukuÂkan kemenangan setelah menang 4-1 kontra Paraguay pada 11 November 2016. Sedangkan Uruguay, baru saja menelan dua kekaÂlahan berturut-turut yakni ketika menghadapi Chili dan Brazil.
Meski begitu, Uruguay masih belum tergeser dari posisi runner up klasemen dengan koleksi 23 poin. "Mereka (Uruguay) akan bermain menyerang. Itu cara mereka bermain. Mereka adaÂlah Uruguay. Tapi kami harus menunjukkan memiliki bakat untuk menguji tim manapun," ujar Guerrero.
"Hal itu selalu memotivasi keÂtika bermain melawan mereka. Ini akan menjadi laga yang sulit. Tapi kami bermain di kandang dan akan melakukan segalanya agar bisa menang," tambah sang striker Flamengo.
Untuk Uruguay walaupun masih berada di posisi runner-up, mereka berpotensi terkejar Argentina yang hanya tertinggal satu angka. Peluang tim besutan pelatih kawakan Oscar Tabarez ini untuk melaju ke Rusia tahun depan bisa terancam, sebab Chili di tangga keenam juga hanya berjarak tiga poin.
"Kemenangan di kandang Peru menjadi harga mati. Pasalnya rival lain mendapat lawan yang cenderung lebih muÂdah, contohnya Albiceleste yang hanya akan bertemu Bolivia dan La Roja akan bertandang ke Venezuela. Seluruh tim harus melupakan kekalahan telak dari Brazil," kata Tabarez. ***
BERITA TERKAIT: