Menpora Ingin Pembinaan Sepakbola Usia Dini Semakin Dikuatkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 18 Februari 2017, 22:28 WIB
Menpora Ingin Pembinaan Sepakbola Usia Dini Semakin Dikuatkan
Foto: Dokumentasi Kemenpora
RMOL. Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi merasa senang kompetisi sepakbola di Indonesia semakin gencar dilakukan.

"Terima kasih Nestle kedepan kami mengajak untuk diperluas lagi cakupan kota-kotanya hingga seluruh kabupaten di tanah air karena pembinaan usia dini sangat penting menjadi fondasi tidak hanya teknik dan skill tetapi belajar berkompetisi sehingga bertemu dengan sahabatnya di seluruh Indonesia," jelas dia dalam sambutan pada Kickoff & Press Conference Milo Football Championship 2017 U-12 di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta, Sabtu (18/2).

Kompetisi Sepakbola U-12 antar Sekolah Dasar dilakukan untuk mencari bibit pesepakbola berbakat di Indonesia ini diselenggarakan di empat kota besar (Jakarta, Medan, Bandung, Makassar) diikuti sedikitnya 8000 siswa dari 512 Sekolah Dasar.

Menurut Imam, Pemerintah, PSSI hingga pihak swasta sangat konsisten untuk terus mendorong lahirnya pesepakbola tanah air yang handal. Kemenpora di tahun ini dan tahun-tahun ke depan akan merencanakan pembinaan sepakbola usia dini sejak SD hingga SMA hingga benar- benar berjalan baik di kawal federasi, di support pemerintah dan di sponsori swasta.

Imam menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan izin untuk naturalisasi pemain sepakbola. "Naturalisasi hanya cukup untuk terobosan instan sedangkan jumlah penduduk Indonesia sangat besar, maka kita semua wajib untuk melahirkan pesepakbola handal tanah air dengan penguatan pembinaan usia dini, dari usia muda inilah akan terbentuk jiwa sportivitas, menghargai, respect terhadap siapapun," ujar menteri asal Bangkalan, Madura itu.

"Kemenpora akan terus mengawal kegiatan seperti ini di tahun ini Kemenpora terus menggulirkan Piala Menpora Liga Pelajar U-14, U-16 dan seterusnya, silakan PSSI siapkan seluruh perangkatnya karena ini menjadi tanggung jawab bersama yang hasilnya akan di petik menjadi kebanggaan Merah Putih," tambahnya.
 
Sementara, Direktur Kompetisi dan Usia Dini PSSI Yusuf Kurniawan mengatakan, PSSI saat ini sangat fokus pada pembinaan sepakbola usia muda/youth development. "Peran swasta dalam hal ini PT. Nestle untuk mendukung perkembangan sepakbola usia sejalan dengan visi misi PSSI, kami terus dukung dan support setiap peran semua pihak dan pemerintah dalam membangun sepakbola usia dini masa depan," ujarnya.

Sebelumnya, Bisnis Executive Officer PT Nestle Indonesia Prawitya Soemadijo menyampaikan, tahun sebelumnya Milo telah mengajak lebih dari 1500 siswa SD untuk mengembangkan bakatnya di bidang sepakbola dan mendorong mereka untuk berlatih dan mengejar mimpi menjadi atlet kebanggaan Indonesia yang memiliki mental juara."Kejuaraan ini kami telah mengembangkan di empat kota besar yang melibatkan 8000 lebih siswa SD dari 512 Sekolah Dasar, melalui olahraga kita sampaikan pentingnya mengenal gaya hidup aktif dan masa depan sehat," urainya.

Prawita menambahkan Milo telah menjalin kerjasama dengan FC Barcelona selama empat tahun ke depan. "Kerjasama dengan FC Barcelona bertujuan untuk mendorong gaya hidup sehat dan mensosialisasikan pentingnya aktifitas fisik pada generasi muda, dalam kerjasama ini membuka kesempatan kepada peserta Milo Football Championship 2017 untuk dilatih oleh pelatih FC Barcelona di Barcelona," tuturnya. [sam]

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA