Ditinggal Payet, The Hammers Mandiri

Rabu, 08 Februari 2017, 08:15 WIB
Ditinggal Payet, <i>The Hammers</i> Mandiri
Dimitri Payet/Net
rmol news logo Pelatih West Ham United, Slaven Bilic tak menyesalkan kepergian Dimitri Payet dari skuatnya. Sang pemain telah di­anggap sebagai musuh bersama The Hammers.

Hal itu terjadi setelah Payet m menolak bermain pada Januari lalu karena ingin pergi ke Marseille. Kepergian playmaker asal Prancis itu menalan biaya 25 juta Poundsterling.

"Tim telah memberi respon. Kami kehilangan pemain hebat, tapi hal ini terjadi di sepakbola. Tim telah bereaksi dengan cara yang terbaik," kata Bilic

Beberapa pemain The Hammers sebelumnya membicara­kan, situasi ruang ganti jauh lebih bersatu dan tak tenggelam pasca kepergian Payet.Bilic memuji respon timnya. Dari empat pertandingan tanpa Payet, The Hammers mampu meme­nangkan tiga pertandingan.

"Para pemain telah menunjuk­kan dalam situasi-situasi sulit. Kami tetap mandiri, tidak akan runtuh. Kami harus mengambil tanggung jawab lebih sebagai individu dan sebagai sebuah tim, dan itu yang terjadi," ujarnya.

Sementara itu striker Swansea City, Fernando Llorente, meng­konfrimasi bahwa Chelsea me­mang tertarik merekrutnya di bursa Januari lalu, tapi gagal sekalipun dia bisa kembali ber­sama Antonio Conte, bekas manajernya di Juventus.

"Saya sudah mengenal Conte dari Juventus. Namun memang sulit melakukannya di musim dingin. Saat Anda mendapat jalan keluar dari tim yang anda bela dan wajar jika mereka tidak ingin melakukan bisnis," ujarnya.

Llorente mengabaikan ta­waran itu setelah sukses mem­bantu Swansea bertahan di Premier League dengan delapan golnya di 21 pertandingan di liga saat ini.

"Saya ingin fokus membantu mereka lolos dari degradasi. Ini akan jadi pertarungan yang sulit, dan kami akan berharap bisa menghadapi Leicester seperti pertandingan final di akhir pekan nanti," jelasnya.

Swansea, yang juga sukses mempertahankan Gylfi Sigurdsson bulan lalu, mengalami pe­rubahan peruntungan sejak mereka ditangani manajer Paul Clement.

Kabar lainnya, bekas bek Manchester United, Mikael Silvestre, memperingatkan Anthony Martial untuk tidak meniru Paul Pogba dengan men­inggalkan klub.

Pogba hengkang dari United untuk bergabung dengan Juventus di 2012, usai dikabarkan frustrasi karena tidak menda­patkan tempat di tim utama. "Saya berharap dia sabar dan tak sepergi Pogba. Dia harus terus belajar dan berjuang," katanya.

Martial, yang dibeli den­gan harga mencapai 58 juta Pounds dari Monaco di musim panas 2015, menjalani debut yang menawan di Old Trafford. Namun musim ini gagal menda­patkan kesempatan bermain reguler di bawah asuhan Jose Mourinho. "Dia mengalami musim panas yang sulit bersama Prancis. Selain itu, dia juga tidak senang nomornya diambil Ibrahimovic. Namun dia masih muda. Martial bisa belajar dari Ibrahimovic dan dari Rooney. Itu adalah tempat yang baik untuk striker muda berkembang, sama halnya dengan Marcus Rashford," pintanya. ***
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA