Musim lalu merupakan tahun kedua bagi pebalap asal Rusia itu membela Red Bull Racing setelah finis posisi ketujuh di musim pertamanya. Segalanya berjalan baik untuk Kvyat setidaknya di awal musim 2016.
Meski gagal start di seri Australia, Kvyat mencatatkan podium ketiga di seri China. Namun, penampilan Kvyat jeblok di Rusia dengan finis posisi ke-15.
Performa buruk itu memÂbuat Red Bull membuangnya ke tim Scuderia Toro Rosso untuk bertukar tempat dengan Max Vetstappen.
Sebaliknya, Vertasppen malah tampil cemerlang di musim debutnya bersama Red Bull dengan langsung memeÂnangi balapan pertamanya di GP Spanyol.
Verstappen mampu tuÂjuh kali finis di podium dan menuntaskan musim di posisi kelima dengan 204 poin, di atas Kimi Raikkonen.
Sial, nasib Kvyat tak berubah bersama Toro Rosso dan hanya menambah empat poin di 17 balapan tersisa. "Saya katakan pada diri saya untuk tampil sebaik mungkin," kata Kvyat dikutip
Crash. Prestasi Verstappen tentu sangat sulit bagi Kvyat untuk kembali mengendarai jet darat Red Bull. Hal ini jelas sudah membuat Kvyat kecewa dan mengutuk performa buruknya di musim lalu "Saya kembali dengan dedikasi 120 persen, bekerja dengan detil lagi, mencoba mengeluarkan kemampuan maksimal dengan mobil yang saya punya," tegasnya.
Menyambut musim baru yang akan berlangsung Maret menÂdatang, Kvyat hanya berharap bisa tampil lebih bagus demi menghapus musim lalu yang buruk.
"Bertahan dengan Toro Rossi itu sangat bagus, kami sudah tahu sama tahu, jadi kami hanya perlu terus bekerja keras," ujarnya. ***
BERITA TERKAIT: