Selain menggelar upacara bendera di halaman Gedung Grha Pemuda dan Olahraga, perayaan ultah juga diisi dengan mengadakan beraneka lomba.
Beberapa lomba yang diadakan seperti lomba puisi, lomba pembacaan Undang-Undang Dasar 1945, pembacaan Pancasila, dan pembacaan Panca Prastya Korpri.
"Lomba diikuti perwakilan dari deputi-deputi di lingkungan Kemenpora. Rencananya mengikutsertakan dari Korpri kementerian lain, tapi mereka juga sibuk dengan acara masing-masing," terang Deputi III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta Selasa (29/11).
Lanjut Isnanta, lomba juga diramaikan dengan kegiatan olahraga dan seni. Lomba dilaksanakan dalam sehari.
"Kan ada juga masyarakat yang tidak hafal pancasila apalagi undang-undang. Melalui lomba ini, tidak hanya hapalan tapi makna penghayatan yang menjadi penilaian," ucapnya.
"Siapa tahu dari sini bisa diketahui bakat-bakat dari pegawai sipil yang belum terlihat," lanjutnya.
Isnanta menjelaskan, diadakannya lomba-lomba ini untuk memperkuat komitmen aparatur sipil terhadap nilai-nilai dari undang-undang dan pancasila. Dalam lomba, tidak hanya sekadar baca tapi harus ada penghayatan makna dan ekspresi. Diharapkan dengan lomba-lomba ini bisa menginspirasi aparatur sipil meningkatkan etos kerjanya.
"Pada ulang tahun kali ini, harus menyadari bahwa Korpri kerjanya pelayanan publik karena pakai anggaran rakyat. Jadi mentalnya bukan priyayi karena bukan mental penguasa tapi pelayanan. Makanya kebijakan di lapangan untuk rakyat," pesannya.
[wid]
BERITA TERKAIT: