Sedianya, kepengurusan di bawah Sandiaga berakhir pada 2017, tetapi demi kelancaran jalannya organisasi, pengurus PRSI mempercepat munas pada 30 September-1 Oktober nanti. Salah satu agendanya adalah memilih ketua umum baru.
"Kami merujuk pada rekomendasi hasil Rapat Kerja Nasional PRSI pada Februari 2016 untuk menggelar musyawarah nasional," kata Sekjen PB PRSI Ali Pratiwiri kepada wartawan di Hotel Four Points, Jalan MH. Thamrin, Jakarta (Jumat, 16/9).
Dia mengakui bahwa salah satu alasan percepatan munas lantaran kesibukan Ketua Umum PRSI Sandiaga Uno menghadapi Pilkada DKI. Politisi Partai Gerindra itu juga akhirnya memutuskan cuti sejak Agustus lalu.
"Ketua umum tidak ingin PRSI terabaikan seperti anak kehilangan induknya, sehingga perlu estafet kepemimpinan. Meski begitu Pak Sandi tetap membuat LPJ (laporan pertanggungjawaban) kepengurusannya pada munas nanti," jelas Ali.
Ali memastikan, percepatan Munas PRSI 2016 tidak melanggar satu pun pasal dalam AD/ART. Selain itu, rencana munas juga telah disetujui dua per tiga dari jumlah pengurus PRSI provinsi yang masih aktif. Saat ini, PRSI telah membentuk tim penjaringan calon ketua umum yang terdiri atas lima orang yaitu Hilmi Panigoro, Sarman Simanjorang, Lukman Niode, Richard Sam Bera, dan H. Muslim Ayub.
Ketua Steering Committe dan Ketua Penjaringan Calon Ketua Umum PRSI Sarman Simanjorang menambah, masa pendaftaran calon ketua umum dibuka mulai Senin (19/9) hingga Selasa (27/9). Hingga saat ini, sudah 11 pengurus PRSI daerah memastikan akan mengikuti munas.
Dalam rencana, Munas PRSI 2016 akan dibuka Menteri Pemuda dan Olah Raga, dan akan dihadiri ketua umum Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI), ketua umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), para mantan ketua umum PB PRSI, para mantan atlet renang, serta para atlet aquatic.
[wah]