Bertandang ke markas Dynamo, di NSK Olimpiyskyi, dinihari, kemarin, Napoli tertinggal lebih dulu ketika dibobol Deni Garmash di menit ke-26. Tapi, sepasang gol Arkadiusz Milik masing-masing di menit ke-36 dan 45 lantas membalikkan keduduÂkan untuk Napoli.
Sarri melihat ada inkonsisÂtensi dalam permainan timnya. Salah satunya soal efektivitas serangan. Dia merasa jika timÂnya lebih mampu mendominasi permainan dan mengambil inisiÂatif maka hasil yang lebih baik bisa diraih.
"Kami bermain baik dalam periode-periode pendek, tapi saya sungguh tidak menyukai itu. Ada eror yang sedikit lebih banyak dari biasanya, semoga karena dipicu emosi dan keteÂgangan terhadap laga sepenting ini," kata Sarri.
UEFA mencatat Napoli puÂnya penguasaan bola sebesar 46 persen. Mereka melepaskan 14 percobaan, dengan dua di antaranya mengarah ke gawang. Sedang Dinamo punya sembilan upaya dengan dua yang menÂemui bidang sasaran.
"Kami mendiskusikannya di ruang ganti. Saya berharap keÂsalahan itu tidak terulang. Tapi jujur kami senang bisa menang di laga awal ini," jelasnya.
Pelatih Dynamo Serhiy Rebrov memuji taktik yang diterapkan Sarri. Menurutnya, kekalahan ini didapat karena Sarri telah mempelajari kekurangan dan kelebihan Dynamo dengan begiÂtu baik hingga bisa menyiapkan strategi yang tepat.
"Napoli tahu bagaimana caranya bermain melawan kami. Mereka main melebar dan melepas beberapa umpan silang yang bagus," ungkap Rebrov.
Hasil ini membuat Napoli sementara memimpin Grup B dengan nilai tiga dari satu pertandingan. Besiktas dan Benfica yang sama-sama menÂgoleksi satu poin ada di posisi dua dan tiga, diikuti Dinamo di urutan terbawah dengan poin nol. ***
BERITA TERKAIT: