Buat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menjadi tuan rumah pembukaan nasional Liga Pelajar U16 ini terasa istimewa. Sebab, kompetisi ini merupakan edisi pertama yang digagas Kemenpora untuk mencari bakat-bakat terbaik dari kelompok umur di bawah 16 tahun.
Dalam sambutannya, Esti berharap pelaksanaan Liga Pelajar U16 bisa menghasilkan pemain sepak bola yang mumpuni. Dengan begitu, timnas Indonesia tidak akan pernah kekurangan bakat terbaik untuk membela nama bangsa dan negara.
"Kami sangat mendukung kegiatan Liga Pelajar U16 yang digagas Kemenpora ini. Kompetisi ini merupakan bentuk nyata usaha membangkitkan olahraga yang mampu berprestasi, tidak saja di tingkat nasional, tetapi juga Asia bahkan dunia," kata politisi PDI Perjuangan itu.
Acara pembukaan ini dimeriahkan dengan penampilan cheerleader, marching band cilik, pencak silat tapak suci, hingga kesenian khas Sleman qubro siswo. Sedangkan pertandingan untuk memeriahkan pembukaan ini mempertemukan AMS Seyegan melawan SMA 1 Seyegan yang berakhir 0-0.
Sedangkan Arifin Majid mewakili Menpora Imam Nahrawi menyampaikan laporan bahwa penyelenggaraan Liga Pelajar U16 ini sudah dimulai di banyak region di Provinsi lain. Namun pembukaan secara nasional sengaja dilakukan di Sleman, hari ini.
"Kami tahu Sleman punya potensi besar di cabang olahraga sepak bola. Oleh karena itu Sleman pantas menjadi tuan rumah," ujar Arifin. "Nanti setelah fase region di kabupaten dan kota, akan masuk babak provinsi, dan lanjut 34 besar untuk putaran nasional," Arifin menambahkan.
Putaran nasional yang diikuti 34 tim, akan dilangsungkan di Jakarta. Setelah itu saat masuk babak delapan besar nasional hingga semifinal, semua tim peserta akan diboyong ke Surabaya. Puncak pertandingan atau final akan dipusatkan di Sidoarjo bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada 9 September
.[wid]
BERITA TERKAIT: