Klitschko & Tyson Terlibat Perang Dingin

Lontarkan Rasisme

Jumat, 24 Juni 2016, 08:24 WIB
Klitschko & Tyson Terlibat Perang Dingin
Wladimir Klitschko versus Tyson Fury:net
rmol news logo Wladimir Klitschko berang mendengar ucapan rasis yang dilontarkan Tyson Fury. Hal ini memicu perang urat syarat dua petinju tersebut.

Meski rematch Klitschko versus Tyson baru digelar di Manchester Arena pada 9 Juli mendatang, kedua petarung su­dah berseteru di luar ring. Kali ini, petinju Ukraina mengecam pernyataan bersifat ofensif dan rasis yang dilakukan Tyson.

Dalam sebuah video yang beredar di YouTube. Tyson terang-terangan membela kasus perkosaan, seks dengan hewan (bestiality) serta menentang keberadaan orang Yahudi. Raja tinju kelas berat itu dianggap makin nyeleneh setelah sebelumnya juga sempat berkomentar soal seksisme, homofobia, dan pe­dofilia.

Kampanye anti-semitisme menyudutkan Tyson dan mem­buatnya diadukan ke Dewan Kontrol Tinju Inggris. Klitschko yang bakal menghadapi petinju berusia 27 tahun itu sepakat agar lawannya dihukum karena mengingatkan dirinya dengan sosok pemimpin diktator Jerman Adolf Hitler.

"Saya terkejut ketika dia bicara soal perempuan, kaum gay dan ketika ia bicara soal Yahudi dia sangat mirip dengan Hitler. Kami punya juara tinju kelas be­rat yang dungu," kata Klitschko, dikutip Daily Mail.

Tyson menyatakan ketidaksu­kaannya pada Zionis atau Yahudi yang dianggap menguasai semua bisnis. "Zionis, orang Yahudi, kini memiliki semua bank, se­mua koran, semua stasiun TV," selorohnya.

Klitschko pun mengungkap­kan kemarahannya mengetahui hal tersebut. "Sebagai juara dia tidak cuma mewakili dirinya sendiri, melainkan banyak orang termasuk penggemar tinju. Kami tidak bisa punya juara yang men­ciptakan friksi yang jadi keben­cian. Mentalnya mungkin sakit dan mungkin dia perlu dilarang bertarung," pungkasnya.

Pertarungan di Manchester nanti jelas bakal menarik. Selain menuntaskan dendam kekalah­anya, Klitschko berkesempatan membungkam mulut Tyson yang kerap mengeluarkan kalimat kontroversial. ***

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA