Informasi yang beredar, penanganan cidera Bellaetrix yang pernah meraih emas pada Sea Games 2013 tidak mendapat perhatian dari PBSI maupun pemerintah. Hal itu ditampik langsung oleh Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga merangkap Kepala Komunikasi Publik Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto yang mengatakan bahwa Menpora Imam Nahrawi begitu mendapat kabar cidera Bellaetrix langsung memerintahkan jajaran Kemenpora untuk langsung mengadalan koordinasi dengan Direktur Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON) di Cibubur.
"Bagaimanapun juga ia selain pernah meraih sejumlah prestasi internasional di berbagai kejuaraan bulutangkis, juga masih berpotensi di masa depan meskipun beberapa bulan terakhir ini masih berkutat dengan cedera lutut, sehingga tidak sepenuhnya bisa mengikuti Pelatnas PBSI," ujar Gatot dalam keterangannya di Jakarta.
Sebagai informasi, Bellaetrix terakhir kali mengikuti turnamen pada Taiwan Terbuka bulan Oktober 2015, di mana dia tidak bisa melanjutkan pertandingan karena cedera lututnya saat menghadapi Shung Shuo Yung (Taiwan) pada babak kedua.
Kemenpora berharap agar cedera yang dialaminya dapat segera diatasi dan kembali berlaga di sejumlah event bulutangkis internasional.
Gatot beralasan, Kemenpora baru mengeluarkan pernyataan karena selama ini tidak memperoleh update tentang kondisi cedera Bellaetrix, baik dari PBSI maupun keluarganya.
Namun saran dari Direktur RSON, tambah Gatot, agar Bellaetrix tetap dioperasi di RSPAD, karena secara operasional sudah teragenda secara rapi dan terperinci. Selain itu juga karena secara profesi kedokteran prosedur yang dilakukan oleh RSPAD sudah proporsional ketimbang mendadak dipindahkan ke RSON.
"Laporan kepada Menpora bahwa direktur RSON akan tetap memonitor pelaksanaan operasi yang akan dilakukan terhadap Bellaetrix Manuputty dan bahkan akan bertanggung-jawab langsung untuk penanganan pasca operasinya," demikian Gatot.
[wid]
BERITA TERKAIT: