Ditemani Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Direktur Pertamina Dwi Soetjipto, pebalap asal Surakarta, Jawa Tengah itu diterima dengan hangat selama 30 menit, di kanÂtor Wapres, kemarin.
Pada pertemuan tersebut, mantan Ketum Golkar itu memuji keberhasilan Rio meÂnembus F1, dan menyemangatÂinya untuk bisa mengharumkan nama Indonesia.
Dalam perbincangan denÂgan Rio, JK baru mengetahui bahwa hanya ada 22 pemÂbalap F1 di dunia pada setiap musimnya.
"Artinya jauh lebih mudah jadi presiden daripada jadi peÂbalap. Merah Putih berkibar di luar negeri hanya ada dua alaÂsan. Pertama kalau ada kepala negara yang datang dan kedua karena olahraga," kata JK.
Soal biaya yang diperlukan Rio di F1, JK berjanji akan berusaha mencarikan bantuan dari BUMN atau perusahaan swasta lainnya. "Nanti saya akan telepon langsung dan berusaha apa yang ingin kita capai," tutur JK.
Persoalan anggaran yang dihadapi Rio membuatnya diremehkan. Beberapa waktu lalu, mantan pembalap F1 dari tim Minardi, Robert Doornbos mengatakan, Rio bisa berlaga di F1 hanya karena bantuan finÂansial kuat atau berani bayar.
Akhir pekan nanti, Rio akan unjuk gigi di GP F1 Australia. Di Sirkuit Albert Park itu menÂjadi kesempatan pebalap berusia 23 tahun itu tampil baik untuk menjawab kritikan pedas yang diarahkan kepadanya. ***
BERITA TERKAIT: