‎‎Dana miliaran rupiah yang digelontorkan Pertamina kepada Rio menambah pengeluaran di tengah upaya perusahaan minyak pelat merah itu melakukan efisiensi akibat anjloknya harga minyak.‎
‎"Pemerintah tak perlu menganggarkan dana untuk Rio di APBN. Pemerintah dan Pertamina lebih baik menjadi sponsor pengumpulan dana dari pihak lain sebagai bentuk dukungan kepada Rio," kata Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutapea, kepada redaksi, Jumat (19/2).‎
Menurut dia, langka tersebut penting agar tidak menciptakan kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
Sejauh ini Pertamina sudah menggelontorkan dana 5 juta euro‎ agar Rio bisa berlaga di ajang Forumula 1 musim 2016.
Sebagai pay-driver, pembalap kelahiran Solo itu harus merogoh kocek 15 juta euro kepada Manor Racing agar bisa tampil menjadi pilot F1.
Ferdinand berharap Pemerintah dan Pertamina bisa lebih bijak dan tidak melihat jalan buntu sehingga dengan mudah merogoh dompet masyarakat. Rio harus didukung dengan cara yang elegan, smart dan tidak menjadi polemik.
"Pertamina perlu lebih bijak mengambil langkah korporasi di tengah ancaman kerugian dan pengurangan karyawan seperti banyak dilakukan oleh perusahaan asing sejenis akibat dampak hancurnya harga minyak. ‎Pertamina boleh saja mendukung Rio tetapi dalam batasan normal dan wajar serta tidak berlebihan di tengah kesulitan bangsa," katanya.
‎Selain itu katanya,‎ pemerintah juga tidak perlu menganggarkan dana untuk Rio dalam APBN. Tinimbang itu, pemerintah lebih baik memaksimalkan sumber dari yang lain seperti CSR perusahaan dan sumbangan swasta.
‎"Pemerintah cukup mensponsori pengumpulan dana untuk mendukung Rio, bukan menjadi pembiaya utama," tegas Ferdinand, menekankan dirinya juga ingin menyumbang semampunya untuk mendukung Rio.‎
[dem]