Dukungan Pertamina Ke Rio Haryanto Bisa Sulut Kecemburuan Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 19 Februari 2016, 08:31 WIB
Dukungan Pertamina Ke Rio Haryanto Bisa Sulut Kecemburuan Rakyat
net
rmol news logo Langkah Pertamina menjadi sponsor utama pembalap Rio Haryanto menuai gugatan.

"Inilah dilema beratnya, di tengah merosotnya harga minyak dunia yang tentu menggerus pendapatan negara dan pendapatan Pertamina, tapi harus menyisihkan dana ratusan miliar untuk mendukung Rio balapan di Formula 1," kata Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutapea, kepada redaksi, Jumat (19/2).

‎Sejauh ini Pertamina sudah menggelontorkan dana 5 juta euro‎ agar Rio bisa berlaga di ajang Forumula 1 musim 2016.

Sebagai pay-driver, pembalap kelahiran Solo itu harus merogoh kocek 15 juta euro kepada Manor Racing agar bisa tampil menjadi pilot F1.

Menurut Ferdinand, kehadiran Rio di sirkuit Formula 1 tidak bisa diidentikkan mewakili bangsa Indonesia.

Adanya tuntutan masyarakat agar pemerintah segera menurunkan harga jual BBM karena dirasa terlalu mahal di tengah penurunan harga minyak dunia membuat dukungan Pertamina untuk Rio menjadi polemik tersendiri yang harus dicermati.

‎"Mungkin saja ini akan menjadi penyulut kecemburuan masyarakat, tetapi mudah-mudahan tidak terjadi karena kita tahu saat ini Pertamina sedang melakukan efisiensi ketat," katanya.‎

‎Hadirnya Rio dibalapan Formula 1 memang spektakuler dan membanggakan, terutama bagi Rio dan keluarganya.

Dukungan Pemerintah dan Pertamina menjadi ironi menurut Ferdinand, karena salah satunya saat ini masih banyak infrastruktur kecil yang belum tersedia di desa-desa.‎

‎"‎Kita banyak melihat ketika anak-anak sekolah harus bergelantungan di tali penyebrangan untuk sekolah karena jembatan tidak tersedia. Kita juga banyak menyaksikan anak anak mengemis dijalan karena tidak dipelihara negara dan dibiarkan. Kita juga menyaksikan masih banyak masyarakat yang harus antri sembako dan antri untuk berobat. Dan tentu saja ada ratusan ironi lainnya," tukasnya.[dem]
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA