Pada September 1998, persepakÂbolaan Indonesia sempat menÂempati peringkat 76 dunia. Itulah peringkat terbaik Indonesia dalam ranking FIFA sejak Proklamasi Kemerdekaan 1945.
Sejak September 1998, Indonesia tidak pernah meraih peringkat yang lebih baik. Prestasi persepakbolaan nasional terus menurun, terutama seÂjak era 2000-an. Indonesia terlempar dari 100 besar.
Peringkat Indonesia semakin memburuk akibat keputusan Menteri Kepemudaan dan Olahraga, Imam Nahrawi, yang membekuÂkan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). FIFA pun memÂberi sanksi kepada Indonesia.
Bahkan berdasarkan peringkat FIFA per 7 Januari 2016, Indonesia semakin terpuruk di peringkat 180 dunia. Keterpurukan persepakbolaan nasional sepertinya tidak diinginkan semua pihak. Tetapi kenyataannya hingga kini belum ada solusi damai antara PSSI dan Menteri Imam Nahrawi.
Untuk kawasan Asia Tenggara, kini Indonesia berada di peringkat ketiga dari bawah, hanya mengungÂguli Kamboja (181) dan Brunei Darussalam (184). Peringkat perÂtama FIFA ditempati Belgia denÂgan 1.494 poin. Diikuti Argentina pada peringkat kedua (1.455 poin), Spanyol peringkat ketiga (1.370 poin), Jerman keempat (1.347 poin), dan Cile kelima (1.269 poin).
Publik pengguna media sosial menyampaikan keresahan meÂnyikapi terpuruknya persepakboÂlaan nasional. Mereka memprotes berlarut-larutnya konflik PSSI verÂsus Kementerian Kepemudaan dan Olahraga.
Para pengguna media sosial Kaskus, cukup ramai membahas masalah ini. Sejak FIFA merilis peringkat itu hingga kemarin sore, sudah lebih dari 1000 kaskuser yang membahasnya pada dua thread, denÂgan judul '(Rekor Prestasi Jokowi) Semakin Terpuruk, Peringkat Indonesia Di Posisi 180 FIFA' dan 'Urutan 180 Dunia, Periode Paling Mengenaskan Sepak bola Indonesia.'
Akun Hamizan77 memprediksi, peringkat Indonesia akan semakin merosot hingga paling bawah. "Bulan depan bakal makin terpuruk, disalip sama Kamboja, terus bulan depannya lagi disalip sama Brunei, jadilah Indonesia peringkat paling buncit," tulisnya.
Netizen blusukan.lovers berpendapÂat, persepakbolaan Indonesia menemÂpati ranking 180 dunia bukan karena penurunan kualitas. Melainkan karena negara-negara lain terus mengumÂpulkan poin pertandingan, sementara persepakbolaan Indonesia dibekukan. "Bukan peringkat kita yang turun. Tapi negara lain yang naik. Catet itu!" tegasnya.
Akun komodotelanjang menilai, Pemerintahan Jokowi tidak memiÂliki strategi untuk menyelematkan persepakbolaan Indonesia.
"Langkah pemerintah untuk memÂajukan sepakbola Indonesia kok ngÂgak ada yang jelas ya. Hanya turnaÂmen doang. Terus pembibitan calon pesepakbola muda gimana? Banned dihapuskan FIFA, terus kita hanya ngandelin pemain tua gitu buat ikut kompetisi???" tanynya.
Akun
aon2.sports mengaku tidak heran Indonesia menempati perÂingkat 180 dunia. Dia berpendaÂpat, penyebab utamannya adalah pembekuan PSSI. Sehingga FIFAmelarang Indonesia bertanding pada turnamen Internasional.
"Lah kan nggak tanding interÂnasional. Sudah pasti nggak punya poin. Kalau nggak punya poin, ya mana bisa naik? Penyakit sepakÂbola kita bukan sekadar peringkat," ujarnya.
Akun asp-boi menambahkan, perÂmasalahan sepakbola Indonesia yang berbuntut meraih posisi 180, karena pengelolaan organisasi persepakboÂlaan Indonesia dipolitisasi.
"Selama orang PSSI atau transisi itu masih afiliasi sama partai politik, nggak bakal selesai masalahnya mas bro," jelasnya.
Bahkan akun zaozipper ingin PSSI dibubarkan, bukan sekedar dibekukan. "Sepakbola Indonesia udah hina banget cuy, jauh dari sebeÂlom dibekuin Menpora. Kalau ada yang mau lawan PSSI, gue dukung sepenuh hati," katanya.
Sementara akun unwell menilai, menurunnya peringkat sepakbola Indonesia bukan karena pembekuan PSSI saja. Sebab, sebelum PSSI dibekukan oleh Menpora, persepakÂbolaan Indonesia sudah minim prestasi. "Sebelum dibekukan saja masih kalah peringkatnya sama Timor Leste," sentilnya.
Sebaliknya, akun krnwn_indigo mengaku tidak terima Indonesia ditempatkan pada peringkat 180 dunia. Menurutnya, kualitas pemain sepakbola Indonesia semakin baik. "Pemain bagus-bagus gitu masa kita peringkat 180, nggak sudi, nggak sudi," protesnya.
Akun erababubaru meminta masyarakat bersabar menunggu sepak bola Indonesia bangkit dan masuk peringkat 100 besar. "Sabar napa..!! Kan tahun 2085 nanti baru bisa klaim Indonesia hebat, pas buka kapsul impian," sindirnya.
Pengguna akun Klonengannya berpendapat, pemeringkatkan FIFA tidak dapat menjadi tolak ukur kesÂuksesan sepakbola Indonesia. "Apa sih pentingnya peringkat FIFA? Belgia yang menempati posisi noÂmor 1 dunia saat ini aja belom perÂnah juara piala dunia," tuturnya.
Dihubungi terpisah, mantan juara dunia tenis yang kini Anggota Komisi Olahraga dan Pendidikan DPR, Yayuk Basuki, mengatakan, wajar persepakbolaan Indonesia menempati ranking 180 dunia.
"Ya pastilah turun, ya wajar saja, toh (sepak bola) kita kan meÂmang nggak pernah berkiprah (di pertandingan internasional). Selama masih dibekukan, ya bisa saja seÂmakin terpuruk peringkat sepak bola Indonesia di kancah Internasional," ujarnya saat dihubungi
Rakyat Merdeka, kemarin.
Yayuk berharap pemerintah mencabut pembekuan PSSI agar persepakbolaan nasional bisa ikut pertandingan internasional. ***
BERITA TERKAIT: