Selama PSSI Terus Dipolitisasi Sepakbolanya Miskin Prestasi

Terperosok Ke Peringkat 180 Dunia

Selasa, 12 Januari 2016, 09:00 WIB
Selama PSSI Terus Dipolitisasi Sepakbolanya Miskin Prestasi
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI):NET
rmol news logo Federation International Football Association (FIFA) pada awal 2016 merilis peringkat persepakbolaan dunia. Hasilnya, Indone­sia terperosok ke peringkat 180 dunia. Netizen resah menang­gapi kehancuran persepakbolaan nasional.
 
Pada September 1998, persepak­bolaan Indonesia sempat men­empati peringkat 76 dunia. Itulah peringkat terbaik Indonesia dalam ranking FIFA sejak Proklamasi Kemerdekaan 1945.

Sejak September 1998, Indonesia tidak pernah meraih peringkat yang lebih baik. Prestasi persepakbolaan nasional terus menurun, terutama se­jak era 2000-an. Indonesia terlempar dari 100 besar.

Peringkat Indonesia semakin memburuk akibat keputusan Menteri Kepemudaan dan Olahraga, Imam Nahrawi, yang membeku­kan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). FIFA pun mem­beri sanksi kepada Indonesia.

Bahkan berdasarkan peringkat FIFA per 7 Januari 2016, Indonesia semakin terpuruk di peringkat 180 dunia. Keterpurukan persepakbolaan nasional sepertinya tidak diinginkan semua pihak. Tetapi kenyataannya hingga kini belum ada solusi damai antara PSSI dan Menteri Imam Nahrawi.

Untuk kawasan Asia Tenggara, kini Indonesia berada di peringkat ketiga dari bawah, hanya mengung­guli Kamboja (181) dan Brunei Darussalam (184). Peringkat per­tama FIFA ditempati Belgia den­gan 1.494 poin. Diikuti Argentina pada peringkat kedua (1.455 poin), Spanyol peringkat ketiga (1.370 poin), Jerman keempat (1.347 poin), dan Cile kelima (1.269 poin).

Publik pengguna media sosial menyampaikan keresahan me­nyikapi terpuruknya persepakbo­laan nasional. Mereka memprotes berlarut-larutnya konflik PSSI ver­sus Kementerian Kepemudaan dan Olahraga.

Para pengguna media sosial Kaskus, cukup ramai membahas masalah ini. Sejak FIFA merilis peringkat itu hingga kemarin sore, sudah lebih dari 1000 kaskuser yang membahasnya pada dua thread, den­gan judul '(Rekor Prestasi Jokowi) Semakin Terpuruk, Peringkat Indonesia Di Posisi 180 FIFA' dan 'Urutan 180 Dunia, Periode Paling Mengenaskan Sepak bola Indonesia.'

Akun Hamizan77 memprediksi, peringkat Indonesia akan semakin merosot hingga paling bawah. "Bulan depan bakal makin terpuruk, disalip sama Kamboja, terus bulan depannya lagi disalip sama Brunei, jadilah Indonesia peringkat paling buncit," tulisnya.

Netizen blusukan.lovers berpendap­at, persepakbolaan Indonesia menem­pati ranking 180 dunia bukan karena penurunan kualitas. Melainkan karena negara-negara lain terus mengum­pulkan poin pertandingan, sementara persepakbolaan Indonesia dibekukan. "Bukan peringkat kita yang turun. Tapi negara lain yang naik. Catet itu!" tegasnya.

Akun komodotelanjang menilai, Pemerintahan Jokowi tidak memi­liki strategi untuk menyelematkan persepakbolaan Indonesia.

"Langkah pemerintah untuk mem­ajukan sepakbola Indonesia kok ng­gak ada yang jelas ya. Hanya turna­men doang. Terus pembibitan calon pesepakbola muda gimana? Banned dihapuskan FIFA, terus kita hanya ngandelin pemain tua gitu buat ikut kompetisi???" tanynya.

Akun aon2.sports mengaku tidak heran Indonesia menempati per­ingkat 180 dunia. Dia berpenda­pat, penyebab utamannya adalah pembekuan PSSI. Sehingga FIFAmelarang Indonesia bertanding pada turnamen Internasional.

"Lah kan nggak tanding inter­nasional. Sudah pasti nggak punya poin. Kalau nggak punya poin, ya mana bisa naik? Penyakit sepak­bola kita bukan sekadar peringkat," ujarnya.

Akun asp-boi menambahkan, per­masalahan sepakbola Indonesia yang berbuntut meraih posisi 180, karena pengelolaan organisasi persepakbo­laan Indonesia dipolitisasi.

"Selama orang PSSI atau transisi itu masih afiliasi sama partai politik, nggak bakal selesai masalahnya mas bro," jelasnya.

Bahkan akun zaozipper ingin PSSI dibubarkan, bukan sekedar dibekukan. "Sepakbola Indonesia udah hina banget cuy, jauh dari sebe­lom dibekuin Menpora. Kalau ada yang mau lawan PSSI, gue dukung sepenuh hati," katanya.

Sementara akun unwell menilai, menurunnya peringkat sepakbola Indonesia bukan karena pembekuan PSSI saja. Sebab, sebelum PSSI dibekukan oleh Menpora, persepak­bolaan Indonesia sudah minim prestasi. "Sebelum dibekukan saja masih kalah peringkatnya sama Timor Leste," sentilnya.

Sebaliknya, akun krnwn_indigo mengaku tidak terima Indonesia ditempatkan pada peringkat 180 dunia. Menurutnya, kualitas pemain sepakbola Indonesia semakin baik. "Pemain bagus-bagus gitu masa kita peringkat 180, nggak sudi, nggak sudi," protesnya.

Akun erababubaru meminta masyarakat bersabar menunggu sepak bola Indonesia bangkit dan masuk peringkat 100 besar. "Sabar napa..!! Kan tahun 2085 nanti baru bisa klaim Indonesia hebat, pas buka kapsul impian," sindirnya.

Pengguna akun Klonengannya berpendapat, pemeringkatkan FIFA tidak dapat menjadi tolak ukur kes­uksesan sepakbola Indonesia. "Apa sih pentingnya peringkat FIFA? Belgia yang menempati posisi no­mor 1 dunia saat ini aja belom per­nah juara piala dunia," tuturnya.

Dihubungi terpisah, mantan juara dunia tenis yang kini Anggota Komisi Olahraga dan Pendidikan DPR, Yayuk Basuki, mengatakan, wajar persepakbolaan Indonesia menempati ranking 180 dunia.

"Ya pastilah turun, ya wajar saja, toh (sepak bola) kita kan me­mang nggak pernah berkiprah (di pertandingan internasional). Selama masih dibekukan, ya bisa saja se­makin terpuruk peringkat sepak bola Indonesia di kancah Internasional," ujarnya saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.

Yayuk berharap pemerintah mencabut pembekuan PSSI agar persepakbolaan nasional bisa ikut pertandingan internasional. ***

Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA