Pertimbangannya, seperti dirilis Kemenpora di Jakarta, selain karena Asian Games adalah perhelatan besar, juga karena kini telah banyak kreator muda dan sejumlah komunitas profesional di bidang industri kreatif, branding, logo dan maskot dan hasil karyanya sangat bagus dan beberapa di antaranya diakui internasional.
Revisi itu akan mempertahankan bentuk dasar burung cendrawasih, kemudian leading sector adalah BEK dan itu sudah disetujui oleh Menpora Imam Nahrawi.
Pada awal minggu depan, akan berlangsung pertemuan yang dihadiri perwakilan dari Kemenpora, BEK dan KOI. Kemudian secara cepat, BEK akan mengundang sejumlah kalangan profesional tertentu di bidang ekonomi kreatif untuk turut berkontribusi sesuai kemampuannya.
Ini bukan dalam bentuk sayembara terbuka, tetapi penilaian terhadap para pihak tertentu yang dianggap memiliki kredibilitas di bidang maskot. Yang terbaik yang akan dipilih, dan akan sesegera mungkin dilaporkan ke OCA. Diharapkan paling lambat akhir bulan Februari 2016 sudah dapat diselesaikan.
Sebagaimana diketahui, pada tanggal 27 Desember 2015 di Senayan telah berlangsung peluncuran logo dan maskot Asian Games 2018.
[wid]
BERITA TERKAIT: