Meski secara administratif, mantan kepala BIN itu belum mendaftar ke tim penjaringan yang dibentuk oleh KONI Pusat yang diketuai oleh EF Hamidy, tapi ia menyatakan siap untuk bersaing dengan calon lain.
"Sebagai anak bangsa tidak ada alasan untuk saya menolaknya, karena pengabdian untuk bangsa dan negara tidak boleh berakhir. Itu pun jika dikehendaki oleh peserta Musornalub," kata Marciano Norman kepada wartawan di Gedung POPKI Cibubur, Jakarta, Kamis (19/11).
Di sisi lain, ia berharap pimpinan KONI ke depan mempunyai komitmen kuat untuk meningkatkan prestasi yang telah dicapai saat ini. Selain itu bisa bersinergi dengan baik dengan Kemenpora, KOI,Satlak Prima, dan seluruh stakeholder olahraga di Indonesia.
"Harus punya komunikasi yang baik. Pasalnya jika tidak, perkembangan olahraga akan terganggu. Tidak boleh ada sumbatan di salah satu pemangku kepenntingan tersebut," katanya lagi.
"Tentunya,semua cabang olahraga maupun KONI Daerah tidak menginginkan lagi ada hubungan yang tidak harmonis diantara pemangku kebijaan olahraga di Indonesia,"
Ia juga mengatakan KONI Pusat harus mendukung apa yang telah diprogramkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, dalam upaya peningkatan prestasi olahraga di Indonesia.
"Kita haris meninggalkan ego sektoral yang bisa menghambat kemajuan prestasi olahraga Indonesia. Sekarang ini saatnya kita bersatu untuk mencapai prestasi tingkat dunia," paparnya.
Seperti diketahui, pendaftaran caketum KONI Pusat telah ditutup, kemarin (Kamis, 19/11). Hingga penutupan pada pukul 16.00 WIB baru satu calon yang telah mengembalikan formulir pendaftaran yakni Mayjen TNI (purn) Tono Suratman.
Menurut salah satu anggota Tim Penjaringan dan Penyaringan Caketum KONI Pusat, Ericckson Loedji jika hanya satu calon maka mekanismenya akan diserahkan kepada peserta Musornas nanti.
[wid]
BERITA TERKAIT: