Dalam Rakernis tersebut, Kapolri memerintahkan seluruh personel Brimob Polri meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dinamika akibat gejolak geopolitik global.
“Kita semua harus selalu siap dan waspada. Terus latih kemampuan menghadapi berbagai dinamika yang mungkin terjadi,” tegas Jenderal Sigit.
Ia berujar, memanasnya kondisi geopolitik global saat ini berpotensi memicu eskalasi yang lebih luas. Pemerintah sendiri telah berupaya mengantisipasi dampak krisis energi melalui pembukaan kilang baru serta optimalisasi sumur lama. Namun demikian, potensi gejolak tetap perlu diwaspadai.
“Terjadi kenaikan pada BBM non-subsidi dan LPG non-subsidi. Ini tentu berdampak pada kenaikan harga-harga,” ujarnya.
Kondisi tersebut, lanjut Kapolri, berpotensi memicu reaksi masyarakat yang bisa berdampak pada stabilitas keamanan dalam negeri. Untuk itu, Sigit meminta seluruh personel Brimob meningkatkan kesiapan, memahami situasi lapangan, serta memastikan peralatan operasional dalam kondisi optimal.
“Pelajari situasi dan medan dengan baik. Persiapkan seluruh perlengkapan sehingga saat bertugas semuanya siap digunakan,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: