Kebijakan OJK Dorong Pertumbuhan Ekonomi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 19 Oktober 2015, 15:10 WIB
Kebijakan OJK Dorong Pertumbuhan Ekonomi
rmol news logo Rupiah akhir-akhir ini mengalami penguatan. Center for Banking Crisis (CBC) melihat itu terjadi lantaran dampak dari kemungkinan tidak naiknya suku bunga di Amerika Serikat hingga akhir tahun 2015 nanti.

Faktor di dalam negeri, salah satunya pengaruh positif dari kebijakan yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seperti diketahui, OJK merilis enam kebijakan mengiringi paket kebijakan ekonomi pemerintah jilid III yang intinya bertujuan memperkuat basis cadangan devisa Indonesia yang saat ini terus menurun. Enam kebijakan itu, pertama, relaksasi bisnis penitipan dan pengelolaan valuta asing.

"Saya menilai kebijakan ini akan meningkatkan pasokan valas ke dalam negeri sehingga bisa memperkuat mata uang rupiah," ujar President Director CBC, Achmad Deni Daruri dalam keteranganya di Jakarta, Senin (19/10).

Kedua, skema asuransi pertanian. Kebijakan ini dinilainya sangat membantu petani memperoduksi hasil pertanian secara optimal dengan demikan akan mendongkrak ekspor pertanian.

Ketiga, revitalisasi dan perluasan kelembagaan industri modal ventura dalam rangka meningkatkan akses permodalan bagi pengusaha pemula (startup) dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kebijakan ini meningkatkan potensi ekspor Indonesia termasuk mengurangi impor di masa depan karena sektor-sektor ini memiliki keunggulan komparatif.

Keempat, membentuk konsorsium pembiayaan industri berorientasi ekspor dan ekonomi kreatif serta UKM dan koperasi. Kelima, pemberdayaan lembaga pembiayaan ekspor. Dan, keenam, implementasi one project konsep dalam penetapan kualitas kredit.

Ia menilai enam kebijakan itu merupakan terobosan penting yang telah dilakukan OJK untuk menghadapi krisis ekonomi dunia akibat stagnasi sekuler. Tanpa kebijakan baru ini, menurutnya, perekonomian Indonesia akan terancam masuk ke dalam perangkap likuiditas global.[wid]

 
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA