Agen Antidoping Amerika Serikat itu menegaskan, tudinÂgan yang berasal dalam artikel yang dimuat SB Nations itu sama sekali tidak akurat dan keliru. "Aneh juga bila kami pernah mengompromikan inÂtegritas kami untuk suatu caÂbang olahraga atau atlet," kata
USADA.
Sedangkan Mayweather Jr menegaskan, tidak mungkin melanggar aturan yang ditaati dan dikampanyekannya. "Saya selalu mengikuti aturan Nevada dan USADA, standar emas tes obat-obatan. Ingat,sayalah yang enam tahun lalu meneÂkankan peningkatan level tes obat-obatan pada semua perÂtarungan saya," katanya.
Untuk laga pamungkas
The Money melawan Andre Berto, 12 September nanti USADA memastikan petinju yang juÂga dijuluki Raja
'pound-for-pound' itu sudah mengajukan dan dijamin akan mendapÂatkan infus Therapeutic Use Exemption berkoordinasi dengan aturan yang ditetapÂkan Komisi Atletik Nevada (NSAC).
Untuk diketahui, tudinÂgan penggunaan doping oleh Mayweather itu setelah agen USADA datang ke rumah sang petinju di Las Vegas secara diam-diam sehari sebelum hari pertarungan.
Duel akhir pekan ini melawan Andre Berto akan menjadi peÂnampilan terakhir Mayweather Jr di atas ring tinju. Setelah itu
The Money akan pensiun.
Namun keputusan itu tidak murni datang dari pribadi
The Money sendiri. Evander Holyfield disebut-sebut sebaÂgai orang di balik itu semua.
Mantan petinju kelas berat ini mengatakan kepada Raja
'pound-for-pound'-julukan lain Mayweather Jr, bahwa bila memenangkan pertarungan melawan Berto dan memuÂtuskan pensiun, selain akan menyamai rekor tak terkaÂlahkan Rocky Marciano (49 kali), dia juga akan menjadi petinju terkaya dalam sejarah olahraga ini.
"Saya tidak pernah berpikir bahwa kelas welter atau meÂnengah bisa membuat lebih banyak uang daripada kelas berat. Tapi ini adalah fakta yang terjadi," kata Holyfield dikutip
Reuters. ***
BERITA TERKAIT: