Pertanyaan itu muncul karena dia diragukan bisa menang denÂgan modal rekor tinjunya 30-3, 23 KO, yang kalah jauh dengan Mayweather yang memiliki reÂkor bertarung 48-0, 26 KO.
Makanya, Berto serius berÂlatih. Dia mengisolasi diri, dan 'puasa' menggunakan media sosialnya. "Saat ini saya dalam kondisi terbaik dan tidak ingin terpengaruh dengan hal-hal apa pun di luar sana, termasuk soal peluang," katanya dikutip
ESPN.
Baginya, dari pada harus meÂmikirkan peluang, lebih baik saya pergi ke tempat hiburan di Florida, duduk menghisap ganja dan bersenang-senang dengan para wanita.
Soal asupan gizi, Berto juga sangat menjaga menu makaÂnan. Dia telah mendatangkan koki dan ahli gizi khusus untuk menjaga kondisi tubuh pada laga 12 September mendatang. "Saya makan tiga sampai empat kali sehari, mengambil banyak kalori, protein dan karbohidrat sebagai bahan bakar."
Berto ingin tampil prima. Dia ingin mematahkan rekor Mayweather, sekaligus menepis tudingan bahwa laga yang digeÂlar di MGM Grand Garden di Las Vegas nanti adalah pertarunÂgan yang sepadan. "Pertarungan itu tidak akan hanya besar untuk saya, tetapi juga untuk olahÂraga."
Berbeda dengan Berto, lawanÂnya, Mayweather malah terus cuap-cuap di media mengomenÂtari Many Pacquiao yang telah dikalahkannya. Dia menilai, petinju berjuluk Pacman itu belum layak disejajarkan dengan dirinya.
"Tidak ada yang mampu mengimbangi saya, karena anda harus memiliki mental kuat agar sampai pada tingkat ini," katanya.
Sementara itu, pelatih Pacquiao, Freddie Roach tetap yakin petinjunya akan menang apabila terjadi pertarungan ulang mengÂhadapi Mayweather. "Manny akan tampil lebih baik dalam pertarungan ulang, jika saja bahunya sudah membaik. Saya yakin 100 persen akan mampu mengatasi Mayweather." ***
BERITA TERKAIT: