A Champions Dance sebeÂnarnya merupakan tradisi di Wimbledon selama bertahun-tahun. Akan tetapi, pada tahun 1977 tradisi tersebut menghilang. Juara Wimbledon yang terakhir kali melakukannya adalah Bjorn Borg dan Chris Evert pada 1976.
Dalam acara makan malam para juara Wimbledon 2015 di London Guildhall, kemarin. Tradisi menari tersebut hidup lagi. Setelah makan malam usai dan Djokovic dan Serena selesai bicara soal kemenangan masing-masing, dua petenis nomor satu dunia itu naik ke panggung.
"Saya mengusulkan ide ini kepada Serena dan chairman All England Club, Philip Brook dan mereka menerimanya. Saya berÂharap tradisi ini tidak dilupakan. Saya pikir Boris Becker berdanÂsa dengan Martina Navratilova, dan saya sangat senang karena Serena adalah penari yang heÂbat," ujar Djokovic di
London Evening Standard.
Djokovic dan Serena mendaÂpatkan aplaus meriah dari para hadirin, termasuk para juara di nomor-nomor lainnya di Wimbledon tahun ini, para mantan juara, dan anggota All England Lawn Tennis Club.
"Saya lebih memikirkan sebuah waltz, sesuatu yang lebih rumit, sesuatu yang menyatu dengan suasana. Tapi, Serena ingin lebih banyak bergerak dan kami mempertimbangkan pilihan lainnya."
Djokovic, yang mengenakan setelan jas hitam, dan Serena, yang tampak anggun dengan gaun panjang warna persik, keÂmudian asyik berjoget dengan diiringi lagu "
Night Fever" milik Bee Gees. Keduanya mencoba menikmati suasana meski semÂpat terlihat canggung. Djokovic bahkan sempat berlutut di tengah-tengah lagu.
"Jadilah Night Fever yang muncul dan Anda bisa bayangÂkan bagaimana kelihatannya," kata Djokovic.
Djokovic tampil sebagai juara Wimbledon tahun ini setelah mengalahkan Roger Federer di final. Sementara itu, Serena mengangkat piala berkat kemenangannya atas Garbine Muguruza di partai puncak. ***
BERITA TERKAIT: