Padahal, mereka baru saja mendapat peringatan dan diÂinterogasi penasihat keselaÂmatan MotoGP dari Federasi Balap Motor Internasional (FIM), Franco Uncini. Bahkan, setelah pemanggilan itu, kedÂuanya malah terlihat akrab.
Tapi siapa sangka, keakraban mereka ternyata kamuflase. Marquez merasa ia sebagai juara yang pantas dan bahkan menilai Rossi telah berbuat curang untuk mencapai garis finis lebih dulu.
"Menurutku kami yang meÂnang. Kurasa tak ada yang mau bersenggolan. Kurasa dia sudah melihatku datang. Yang kutahu, aku sudah melakukan semuanya dengan benar karena aku tak keÂluar lintasan," tuding Marquez.
The Doctor-julukan Rossi keÂsal karena dianggap melakukan manuver ilegal untuk meraih kemenangan di GP Belanda akhir pekan kemarin.
Dengan cepat diapun merÂespons tudingan rivalnya. Dia menyarankan untuk melihat siaran ulang insiden tersebut. "Mungkin lebih baik kita lihat video dan foto-foto kejadian, karena semua orang punya pendapatnya sendiri," ujar Rossi dalam wawancaranya denÂgan
Cycle Word."Menurutku, aku sepenuhnya di depan Marquez. Aku menÂgerem dengan keras, bertahan di tengah, dan aku sudah masuk di bagian pertama
chicane ketika ia menyenggolku," lanjutnya.
Setelah seri kedelapan digelar, point sementara Rossi berada di peringkat pertama dengan 163 point, di belakangnya rekan setimnya Jorge Lorenso menÂguntit dengan selisih 10 poin. Sedangkan Marc Marquez beÂrada diperingkat empat dengan mengantongi 89 poin.
Semuanya masih berkesemÂpatan menjadi Juara dunia motoGP tahun 2015 ini, masih ada 10 seri balap yang tersisa. Rossi tetap harus waspada karÂena selalu akan ada perlawanan sengit dari Marc Marquez dan Lorenzo. Terdekat balapan moÂtoGP akan diselenggarakan 12 juli 2015 di sirkut Sachsenring, Jerman. ***
BERITA TERKAIT: