"Selain sepakbola, warga kami gemar voli. Karena itu, stadion akan dibangun lampu, dan di sekeliling ini juga dibangun kolam renang, mess, GOR dan sarana-sarana lainnya. Kami memiliki lahan yang begitu lebar," tutur Bupati Belitung Timur, Basuri Tjahaja Purnama.
"Pariwisata merupakan sektor andalan kami. Karena itu, kami terus memacu pembangunan infrastrukturnya. Dari tahun 2010, jumlah wisatawan asal nusantara 10.701 dan asing 145. Lalu hingga 2014, menjadi 81.032 wisatawan domestik dan 720 asing," paparnya lebih lanjut.
Ia optimistis rencana pertumbuhan ekonomi dengan adanya
sport centre dapat menciptakan lapangan pekerjaan serta mendorong semakin meningkatnya pendidikan dan keterampilan penduduk.
"Untuk stadion yang sudah rampung ini, dari tahun 2013 hingga 2014, kami sudah menghabiskan dana APBD Rp 28 miliar. Lintasan sisi lapangan dibuat khusus untuk atletik dan mendatangkan teknisi dari Jerman. Kami optimis bisa menggapai cita-cita yang lebih besar," bebernya.
Polemik yang melanda sepakbola nasional, hingga kini belum menemukan jalan keluarnya. Bahkan, Komisi X DPRI-RI terus mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk melakukan mediasi dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Solusi serupa juga sampaikan Bupati Belitung Timur, Basuri Tjahaja Purnama. Menurutnya lagi, persoalan pasti bisa diselesaikan jika kedua belah pihak rela membuka diri dan berpikir hanya untuk pencapaian prestasi.
"Kita harapkan, gelaran sepakbola bertajuk Liga Desa Indonesia (LIDI) di Belitung Timur ini, bisa menjadi oase. Kemudian medali perunggu, juga bisa diraih Timnas Indonesia U-23," terangnya.
"Selama kita punya pegangan yang sama, Merah-Putih, saya yakin masalah ini pasti bisa diatasi," tambah adik kandung dari Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok tersebut.
Selain itu ditegaskannya, Pemkab Belitung Timur siap menyukseskan pelaksanaan putaran final LIDI 2015 dan Rapat Kerja Nasional Badan Sepak Bola Rakyat Indonesia (Rakernas BASRI), 14-16 Juni. Terlebih lagi, panitia pelaksana (panpel) telah mendapatkan restu dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta berkoordinasi dengan Tim Transisi.
"Kami senang karena diberi kesempatan ini. Apalagi, visi dan misi BASRI juga selaras dengan rencana kerja kami, yaitu desa mendukung kota. Kami ingin sepakbola seperti matahari tidak ada yang menghalangi dan mampu menyinari semua anak bangsa. Kalau kita semua bersatu dan bekerja sama, tentulah sepakbola kita akan kuat," pungkasnya
.[wid]
BERITA TERKAIT: