Pemberian rekomendasi disampaikan dalam jumpa pers BOPI di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Senayan, Jakarta, kemarin. Pemberian rekomendasi itu dengan memperhatikan hasil verifikasi.
BOPI hanya menetapkan 16 klub saja yang diperbolehkan untuk ikut serta. Sementara itu, dua tim lainnya tidak direkomendasikan untuk ambil bagian, Arema dan Persebaya.
"16 klub bisa ikut sesuai jadwal dengan memenuhi hak kepada pemain dan ofisial sesuai kontrak. Untuk syarat bank garansi, paling lambat sampai putaran pertama," jelas Ketua BOPI, Noor Aman.
Arema dan Persebaya tidak direkomendasikan untuk tampil karena masuk kategori C. Tercatat, lima klub berada di kategori A, sementara 11 tim masuk kategori B.
"Kami berharap semua mendukung. Semoga ketegasan ini jadi langkah permulaan baik. Awalnya mungkin sakit, tapi ini untuk perbaiki tata kelola. Kami menyiapkan fondasi untuk sepak bola mendatang," kata Deputi Menpora, Gatot S. Dewa Broto.
Menanggapi hal itu pelatih Ibnu Grahan menolak berkomentar. Ibnu menjelaskan bahwa manajemen Persebaya yang lebih layak menanggapi. Sedangkan Ibnu hanya bertugas untuk mempersiapkan tim.
"Saya fokus ke masalah teknis di tim saja," imbuh pelatih asli Surabaya ini.
Menurut Ibnu, lebih baik ia fokus ke kompetisi karena kick off ISL 2015 sudah sangat dekat. Persebaya sudah harus bertanding, Minggu (5/4) besok lawan Mitra Kukar.
[dem]
BERITA TERKAIT: