Meskipun timnya tidak beranjak di posisi sepuluh dengan 27 poin, pelatih Eibar, Gaizka Garitano kecewa dengan hasil ini. Pasalnya, Eibar lebih diunggulkan sebagai tuan rumah serta memiliki perÂingkat di atas dari tim tamu. Bagi Garitano kekalahan ini sangat tidak pantas. "Lawan seharusnya bisa dibuat tidak menghasilkan apa-apa untuk menang," katanya dikutip
football AS.
Sedangkan bagi Elche kemeÂnangan ini menambah koleksi poin mereka sehingga mampu menyamakan dengan Almeria dan Getafe dengan jumlah 23 poin. Meski ini tidak mengubah Elche di posisi ke-17, namun memperlebar jarak dengan uruÂtan 18 Granada yang berada di zona degradasi dengan nilai 19. Adalah Jonathas yang membawa gol semata wayang bagi Elche.
Eibar yang sejak awal musim ini tampil gemilang dalam pertandingan kandangnya sempat tampil mendominasi permainan sejak peluit awal pertandingan dibunyikan wasit.
Namun kubu tamu mampu mengimbangi dan menutup paruh pertama dengan skor kaÂcamata. Lima menit babak kedua berjalan, Elche membuka keungÂgulan lewat aksi Jonathas.
Situasi tertinggal membuat tuan rumah tersengat. Alih-alih menyamakan skor, mereka justru harus bermain dengan sepuluh orang usai Federico Piovaccari menerima kartu merah menit ke-78.
Elche yang unggul jumlah pemain maupun dalam segi permainan, membuat Eibar semakin kesulitan mengejar ketertinggalan. Hingga laga usai, pasukan Fran Escriba sukses mengamankan kemenangan.
Dalam laga tersebut wasit mengeluarkan tiga kartu kunÂing dan satu kartu merah untuk Eibar. Sementara Elche hanya dihadiahi satu kartu kuning.
Kemenangan Elche membuat sang pelatih Fran Escriba hanya bisa berbangga sesaat. Sebab, 23 Februari nanti tim asuhannya bakal bertemu Real Madrid.
"Permainan yang baik bisa kami jalankan sampai kami punya peluang mencetak gol. Namun untuk nanti setelah menang segalanya bisa menjadi lebih sulit," jelas Escriba. ***
BERITA TERKAIT: