Corporate Secretary Pertamina Nursatyo Argo saat dihubungi Rabu pagi (10/9) mengatakan, uang tersebut digunakan untuk tunjangan atlet dan pelatih, suplemen, dan biaya uji coba. Argo menambahkan, pihaknya turut mendorong agar atlet bulutangkis dapat berprestasi.
"Harapan saya bulutangkis menyapu bersih medali emas," kata Argo.
Sedang Kabid Binpres PBSI Rexy Mainaky mengatakan, sangat senang dengan adanya bantuan tersebut. "PBSI menargetkan dua emas, ganda campuran, dan ganda putra," ungkapnya.
Di sisi lain, Sekjen PB PODSI Budiman mengemukakan, bantuan dari BUMN itu meringankan beban tim dayung. Pasalnya tim dayung sudah berangkat ke Korea, Senin (8/9) malam, untuk beradaptasi dengan cuaca setempat. Dengan subsidi dari Pertamina itu, biaya penginapan, transportasi, dan makanan sudah terpenuhi.
"Kami belum memberikan uang saku, karena masih menunggu dana dari Pemerintah," kata Budiman.
Ketua Satlak Prima Suwarno mengakui, apa yang dibutuhkan atlet saat ini belum tersedia. Selain uang saku, peralatan latihan dan pertandingan, uang sewa penginapan seluruh kontingen di Korea, belum dibayar.
Suwarno berharap semua dapat dipenuhi termasuk uang saku sebelum kontingen berangkat, 16 September. Asian Games sendiri akan berlangsung 19 September-4 Oktober.
[dem]
BERITA TERKAIT: