“Masalah yang didapat Tontowi saat berlatih di Australia Terbuka 2014, Juni lalu itu sudah sembuh. Dia kini sudah fit 100 persen. Dia juga sudah siap tampil bersama pasangannya dan membawa pulang emas untuk Indonesia,†janji pelatih ganda campuran Richard Mainaky.
Owi mengaku sudah tidak masalah dengan engkel. “Cedera itu membuat saya sedikit trauma dan tidak percaya diri. Itu membuat saya memutuskan mundur dari Kejuaraan Dunia 2014. Namun sekarang, saya sudah siap,†sambung pebulutangkis 27 tahun itu.
Rekan Tontowi, Liliyana Natsir kini lebih optimis, bisa menyabet emas di Asian Games setelah Tontowi dinyatakan fit tampil di Asian Games. Bila berhasil menyabet emas di multi event empat tahunan itu, akan menjadi gelar pertama bagi Tontowi/Liliyana. Bagi Butet—sapaan Liliyana—absen di kejuaraan dunia akan memberikan keuntungan buat Indonesia.
“Pasti sekarang kami lebih optimistis menghadapi Asian Games. Kami memang tidak ingin memaksakan diri bermain di Kejuaraan Dunia. Tapi keuntungannya, kami memiliki persiapan lebih panjang,†ujarnya.
Tontowi/Liliyana menjadi tulang punggung Indonesia di nomor ganda. Mereka diharapkan mampu mengikuti sukses Markis Kido/Hendra Setiawan yang sukses merebut emas Asian Games 2010 Guang Zhou, China. ***
BERITA TERKAIT: