Menghadapi Chen di Ballerup Super Arena, Sabtu (30/8) jelang tengah malam WIB, Tommy yang diunggulkan di tempat kelima kalah dua game langsung. Dia menyerah dengan skor 16-21, 20-22 dalam waktu 1 jam 11 menit.
Tommy bisa mengimbangi permainan Chen pada awal game pertama dan bahkan sempat unggul 9-8. Namun, setelah itu Chen mendapatkan empat poin secara berturut-turut dan berbalik memimpin 12-9. Chen tak terbendung lagi dan merebut game ini dengan 21-16.
Game kedua berjalan lebih ketat. Tommy sempat memimpin 8-5 dan terus unggul hingga kedudukan 19-17. Tapi, dia tak mampu mempertahankan keunggulannya. Chen menyalip perolehan angka Tommy dan menang 22-20.
“Saya menerima hasil ini. Tapi, penyesalan tentu ada. Padahal, saya punya peluang untuk ke final,†kata putra Icuk Sugiarto, mantan juara dunia 1983, seperti dilansir tim media PBSI, kemarin.
Pertandingan melawan Chen Long, menurut dia, berlangsung secara ketat meski harus kehilangan momen di babak pertama. Namun, ia menimpali, di babak kedua pertandingan berlangsung ketat.
Kondisi kurang bagus dialami Tommy setelah dirinya terpeleset. Meski terus memberikan perlawanan, pemain peringkat lima dunia itu harus menyerah di babak dua dengan 20-22.
“Setelah saya terpeleset, paha kanan saya terasa sakit dan ini mempengaruhi penampilan saya. Setelahnya itu, kondisi saya tidak memungkinkan untuk meng-cover satu lapangan. Padahal saya sangat berharap dapat memenangkan game kedua dan sudah usaha memperlambat tempo,†jelas Tommy. ***
BERITA TERKAIT: