Wakil Ketua I PB Percasi, Utut Adianto, mengatakan, langkah pemain Indonesia tidak ringan karena pecatur-pecatur dari Kazakhstan, Uzbekistan, Turkmenistan maupun Kyrgyzstan akan menjadi hadangan. Masih dinantikan pula kepastian juara bertahan Rustam Kusnutdinov (Kazakhstan) yang tahun lalu sulit diatasi Susanto Megaranto dan kawan-kawan.
"Sejak Ramadhan mereka sudah berada di Indonesia. Bahkan pecatur seperti Rustam juga sering menjadi mentor bagi atlet-atlet kita. Ini perlu bagi pecatur kita untuk menambah jam terbang internasional," kata Utut pada Rabu malam (16/7).
Total hadiah pun selalu meningkat setiap tahunnya. Jika tahun lalu total hadiah adalah Rp 50.700.000, maka pada edisi keenam ini total hadiah Rp 56.050.000 yang dibagikan kepada 84 pemenang.
Selain catur terbuka, hadiah juga disediakan untuk tiga pecatur terbaik wanita, junior putra dan putri di bawah usia 18 tahun, serta junior putra di bawah usia 14 tahun.
Untuk biaya pendaftaran dipatok sebesar Rp 35 ribu untuk pecatur bergelar MN/MNW/MP/MPW dan Rp 50 ribu bagi non gelar, sementara pemilik gelar internasional tidak dikenakan biaya.
Turnamen tersebut akan menggunakan sistem Swiss sembilan babak. Pairing menggunakan Program Swiss Manager serta menggunakan Rating Nasional per Juli 2014. Sedangkan, penentuan juara akan ditentukan berdasarkan Victory Point (VP) tertinggi, Direct Encounter (Head to Head), Solkoff (SK) tertinggi, Sonneborn Berger (SB) tertinggi, dan Progressive Score (PS) tertinggi.
[ald]
BERITA TERKAIT: