Insiden itu membuat Kadisdik melarang aktivitas pecinta alam di seluruh SMA di Jakarta.
"Aku pikir ini reaksi yang terlalu cepat. Saya katakan nggak boleh kaya pemadam kebakaran. Bukan menghapus tapi tunda dulu," ujar pria yang akrab disapa Ahok ini di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (1/7).
Dengan ditunda, lanjut Ahok, bisa diketahui kesiapan para guru dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler pecinta alam di luar sekolah. Ahok mengatakan, sepengetahuan dirinya selama ini ternyata banyak guru pembimbing tidak terjun langsung ke lapangan mengawasi kegiatan ekskul siswa.
"Kita kaji dulu, siap nggak guru-gurunya. Kalau guru, pembimbingnya ngga ngerti rute, duduk ngobrol doang, pernah ikut jalan ngga jadi guru? Jadi kalau mau jadi pembimbing mesti ikut jalan, jangan main orang bikin rute tapi nggak pernah survei," tegas Ahok.
Ahok kembali menegaskan, ekskul pecinta alam tidak akan dihapus dari kegiatan belajar mengajar siswa baik di tingkat SD, SMP dan SMA.
"Jadi tunda dulu sebentar. Pelajari seperti apa. Gurunya siap tidak? Kalau sekolah nggak siap harus pakai apaan kan. Pakai klub apa, apakah Mapala yang bisa turun dan melatih kelompok begitu kan," imbuhnya
.[wid]
BACA JUGA: