Buku tersebut diluncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2014.
"Saya bangga dan memberikan apresiasi dengan di luncurkan buku ini. Buku ini menarik di baca untuk para pemuda di Indonesia. Alhamdulillah saya bersyukur kehadiran buku yang berisikan tulisan Sri Edi Swasono yang banyak di kolom media. Ini menjadi salah satu penggerak pendidikan pemuda sekarang dan menggugah semangat pemuda kita. Atas nama pemerintah kami senang dengan launching buku ini," kata Roy dalam rilisnya.
Sementara itu Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Adipati Aryo Pakualam IX menambahkan bahwa pendidikan merupakan bidang yang sangat penting untuk mendorong peningkatan kualitas suatu bangsa.
"Kita harus ingat pejuang pendidikan Indonesia yakni, Ki Hajar Dewantoro, sebagai penerus bangsa kita harus siap meneruskan perjuangannya. Bangsa Indonesia perlu mewarisi buah pikirannya tentang pendidikan untuk kemajuan bangsa. Dengan semangat pendidikan, mari kita semua bersama-sama memajukan pendidikan Indonesia. Saya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas peluncuran buku ini," kata Pakualam IX.
Di sisi lain menurut Sri Edi Swasono, buku tersebut ditulis untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri.
"Terima kasih kepada semua peserta yang hadir di sini, termasuk Wakil Gubernur Sri Pakualaman IX dan Menpora Roy Suryo. Semoga buku ini bisa menjadi inspirasi bagi kita untuk menjadi bangsa mandiri yang berkedaulatan, berkebangsaan, Kerakyatan," kata Edi Swasono
Banyak karya, pengalaman, serta penghargaan yang dihasilkan dari kerja Edi Swasono. Karya-karyanya antara lain adalah Terobosan Kultural (1986), Demokrasi Ekonomi: Keterkaitan Usaha Partisipasi VS Konsentrasi Ekonomi (1988), Sistem Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi (1991), dan Menuju Pembangunan Perekonomian Rakyat (1998).
[mel]
BERITA TERKAIT: