Di antaranya bertambah tangga penghubung menuju lantai atas, kebersihan yang terjaga, eskalator yang masih dalam tahap pembangunan dan yang pasti Pedagang Kaki Lima (PKL) yang selama ini berada di trotoar sudah mau masuk ke dalam Blok G.
Kendati demikian, persoalan tidak serta merta selesai. Selama ini banyak pedagang yang mengeluh karena ternyata Blok G sepi pembeli. Banyak pedagang yang marah dan bahkan kembali menjajakan dagangannya di trotoar. Namun tak sedikit juga yang mengapresiasi keberadaan Blok G. Hanya saja tetap ada kritik yang mereka sampaikan agar didengar oleh Pemprov DKI Jakarta.
"Parkir untuk mobil. Selama tidak ada parkir untuk mobil maka Blok G ini akan sepi terus. Pembeli yang punya mobil biasanya belanja grosiran dalam jumlah banyak. Kalau mereka parkir di Blok A terlalu jauh untuk belanja kesini," ujar Sugiati (65), pedagang aneka tas import di lantai 2 Blok G Tanah Abang kepada
Rakyat Merdeka Online, Selasa (15/4) pagi.
Sugiarti tidak menampik bila kondisi Blok G sekarang sudah lebih baik. Dia mengaku berterima kasih kepada pemerintah yang telah menyediakan lahan murah untuk berdagang. Baginya beban sewa yang dikenakan kepada pedagang murah dan membantu sekali.
"Dengan biaya retribusi Rp 3 ribu per hari sangat membantu," katanya.
Dia jelaskan bila jembatan penghubung Blok G ke Blok A tidak akan berfungsi maksimal bila tidak ada lahan parkir untuk kendaraan roda empat di Blok G. Dia menagih janji pemerintah yang dulu berjanji akan membangun lahan parkir.
"Ya Blok G cuma akan jadi orang lalu lalang saja. Waktu itu Pak Jokowi janji mau bangun lahan parkir juga kan. Orang juga mikir kan belanja banyak disini tapi mobilnya jauh parkir. Ngangkutnya biaya lagi. Nggak mungkin mereka mau," tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Murni (40) pedagang baju muslim. Murni mengakui bila jumlah pembeli menurun drastis. Namun, dia bersyukur karena pelanggannya masih mau datang ke padanya.
"Kita ada trik khusus memang menghadapi pelanggan. Sekarang tidak begitu ramai tapi cukuplah. Kalau ada jembatan dan parkir mobil pasti disini jadi sangat ramai," kata Murni.
Murni meminta agar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak melupakan Blok G Tanah Abang.
"Kita berterima kasih untuk semua fasilitas ini. Tapi jangan lupa dengan pedagang karena persoalan Blok G belum selesai sepenuhnya," katanya.
[wid]
BACA JUGA: