Pada tahun 2013 Pemprov menargetkan 26 lokasi pemukiman kumuh dan padat penduduk disulap menjadi layak huni melalui program kampung deret. Untuk tahun 2014 ini ada penambahan yang signifikan, setidaknya ada 70 lokasi masuk program kampung deret yang terbagi dalam 15 lokasi di setiap lima wilayah administrasi di Jakarta. Penambahan lokasi ini atas permintaan warga yang ingin daerahnya dijadikan kampung deret.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menargetkan pembangunan kampung deret mulai terealisasi pada bulan Juni 2014 mendatang. Hal ini dikarenakan Pemprov DKI perlu menetapkan lokasi dan membuat desain kampung deret.
"Setiap lokasi beda-beda, rumahnya juga beda-beda," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara (Rabu,26/2).
Jokowi menekankan, penambahan lokasi pembangunan kampung deret di wilayah ibukota ini penting untuk menghilangkan kesan kumuh. Konsep kampung deret ini ditentukan menurut daerah masing-masing. Salah satu contohnya, kampung ikan di Muara Angke, Jakarta Utara.
"Nanti ada kampung garmen, kampung tekstil. Tahun ini ditargetkan dua lokasi, kampung Tekstil di KS Tubun, Tanah Abang dan kampung Ikan," beber Jokowi.
[wid]
BACA JUGA: