Pertandingan berhadiah 600 ribu Dolar AS itu bakal digelar di Seoul pada 7-12 Januari. Total hadiah yang ditawarkan memang menurun dari tahun lalu yang mencapai satu juta dollar AS. Pasalnya, mulai tahun 2014, Korea Open tak lagi masuk dalam level super series premier, melainkan level super series.
Sebaliknya, ajang Malaysia Open naik kelas dari level super series ke level super series premier.
Pada turnamen Korea Open Super Series 2014, Indonesia tak mengirimkan kekuatan penuh. Dua pasangan ganda andalan yaitu Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran) dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra) harus absen demi menjalani persiapan menuju Malaysia Open Super Series Premier 2014.
Peluang terbesar ada di nomor tunggal putra. Tommy Sugiarto yang diunggulkan di tempat ketiga diharapkan mampu menghentikan lawan-lawannya. Sementara itu, turnamen Korea Open Super Series 2014 merupakan turnamen penentuan bagi Simon Santoso.
Seperti diungkapkan Kabid Binpres PBSI, Rexy Mainaky, Simon ditargetkan menembus babak semifinal pada turnamen Korea Open dan Malaysia Open 2014. Jika gagal memenuhi target tersebut, Simon terpaksa hengkang dari Pelatnas Cipayung.
“Saya mau fokus di babak kualifikasi dulu, yang penting lolos ke main draw. Di main draw juga langsung bertemu Chen Long, tentunya ini tak mudah buat saya. Peluangnya bisa dibilang berat, tapi saya akan tetap berusaha,†kata Simon di situs
PBSI.Menanggapi target yang dibebankan kepadanya, Simon tak terlalu memikirkannya, karena khawatir mengganggu konsentrasinya. Simon hanya ingin menjalankan tugas dengan sebaik mungkin dan berusaha memenuhi target yang telah ditetapkan. “Tidak ada
pressure, memang ini target yang diberikan kepada saya, ya saya jalani.†***
BERITA TERKAIT: