Sampai kemarin, tim catur telah mengumpulkan 4 medali emas, 2 medali perak, dan 5 perunggu. Padahal, targetnya hanya 2 medali emas.
Medali emas terakhir disetorkan Grand Master (GM) Susanto Megaranto dan Candidate Master (CM) Muhammad Luthfi Ali di nomor catur transfer pasangan putra di Zabuthiri Hotel, Naypyidaw, Myanmar.
Selain meraih medali emas, kemarin tim yang dimanajeri Rikardo meraih medali medali perunggu di nomor yang sama.
Medali emas yang diraih Susanto hari ini merupakan medali emas keduanya. Senin lalu, Susanto meraih medali emas di nomor random chess setelah mengalahkan pecatur jagoan Vietnam, GM Nguyen Truong Son. Susanto mengatakan, kemenangan ini merupakan pertama kalinya melawan Truong Son.
Emas pertama catur juga diraih Grand Master Woman (GMW) Irene Kharisma Sukandar di nomor catur kilat internasional perorangan, 14 Desember lalu. Tiga hari berikutnya Irene kembali meraih medali emasdi nomor catur cepat internasional individual.
Sedangkan dua medali perak diraih tim putra yang turun di nomor catur kilat tradisional Myanmar beregu dan tim putri di nomor catur cepat tradisional Myanmar beregu.
Adapun dua medali perunggu diraih Grand Master Woman (GMW) Medina Warda Aulia di nomor catur kilat internasional perorangan dan catur cepat internasional perorangan.
Pecatur lain yang juga mendapat dua medali perunggu adalah IM Taufik, yang menjadi juara ketiga di nomor catur kilat tradisional Myanmar perorangan, dan catur kilat ASEAN perorangan. Satu medali perunggu diraih pasangan Farid Firmansyah dan Masruri Rahman di nomor catur transfer beregu putra. ***
BERITA TERKAIT: