Perak Triyaningsih Masih Kontroversi

Rabu, 18 Desember 2013, 10:00 WIB
Perak Triyaningsih Masih Kontroversi
Triyaningsih
rmol news logo Menangis. Itulah yang terjadi pada atlet lari putri Triyaningsih setelah  gagal mempertahankan emas di ajang SEA Games XXVII-2013 di lintasan lari Wunna Theikdi Stadium, Naypyitaw, Myanmar kemarin.

Atlet jebolan Diklat Salatiga Jawa Tengah itu terlihat murung. Dia langsung tertunduk lesu setelah gagal mempertahankan performa terbaiknya. Bahkan, kedua matanya tak sanggup membendung air mata yang terus bercucuran.

Kerja keras Triyaningsih yang hanya mampu di urutan kedua pada nomor 5000m dan harus puas mendapat ganjaran medali perak.

Pelari jarak jauh andalan Indonesia itu harus mengakui keunggulan pelari wakil Myanmar, Phyu War Thet. 

Tapi kemenangan Phyu War Thet diprotes offisial Indonesia. Kemenangan pelari tuan rumah itu dinilai Manajer Atletik Indonesia, Paulus Lay tidak sesuai dengan peraturan berlaku. “Kami melakukan protes, karena kami ingin menegakkan aturan. Seharusnya atlet tuan rumah didiskualifikasi,” katanya usai perlombaan.

Menurutnya, kemenangan atlet keluar tuan rumah harus didiskualifikasi karena keluar dari jalur. Kondisi itu terlihat jelas pada layar televisi yang ditayangkan di stadion.

Bahkan, pemutaran tayangan dilakukan dua kali. “Tapi juri tidak mendiskualifikasinya. Maka kita melakukan protes.”

Dengan adanya protes ini, data resmi catatan waktu belum dikeluarkan pihak panitia. Meski demikian, demi menguatkan protes pihak panitia meminta offisial Indonesia menyertakan rekaman perlombaan.

Kegagalan menyabet emas Indonesia juga dihadapi pada pelari di sektor putra. Ridwan yang dipercaya mampu mencapai di finis paling pertama, hanya mempersembahkan perunggu dengan catatan waktu 00.14.27,69.

Sedangkan emas direbut atlet Vietnam, Van Lai Nguyen dengan waktu 00.14.19,35. Medali perak direbut oleh atlet asal Thailad, Boonthung Srisung dengan catatan waktu 00.14.21,75.

Hingga hari ketiga pelaksanaan SEA Games 2013 cabang olahraga atletik, Indonesia baru mengumpulkan satu emas, satu perak dan lima perunggu. Tetapi, perak dari Triyaningsih masih kontroversi. ***
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA